Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Lirik + Video : Sayang Musalmah - Lagu melayu, Download MP3

Video Oleh M.Isa

*****
Ahaaaaiiii... sayang Musalmah
Sayang Musalmah memakai sanggul
Ahaaaiii... turun ke sawah
Turun ke sawah menanam padi

Ahaiii... turun ke sawah
turun ke sawah menanam padi
ahaaaiii... hendak dijual
Hendak dijual ke Pekan Lama


Emas sekoyan dapat kupikul
Aku tak sanggup menanggung budi
Emas sekoyan dapat kupikul
Aku tak sanggup menanggung budi

Jangan selalu menanggung pilu
Keraplah kali jadi bencana
Jangan selalu menanggung budi
Keraplah kali jadi bencana

*****

Diwnload MP3 () >

Duel : link1 | 11,193 MB |
Single : link2 | 5,34 MB |

VIDEO : Konflik Mahasiswa UR (jangan diulang lagi!!).


Menjelang Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Riau 2014 tinggal beberapa hari lagi (11 maret 2014), kita kembali diingatkan dengan konflik mahasiswa UR 2012 silam, mengingat ini adalah PEMIRA pertama setelah tragedi itu, besar kemungkinan dapat terulang kembali, terlebih beberapa pasang calon yang adalah orang-orang dibalik tragedi menyedihkan, menjijikkan dan memalukan ini.

Sekedar mengingatkan kembali kepada kawan-kawan bahwa UR masih sangat rentan konflik seperti ini, untuk itu saya menghimbau kepada seluruh mahasiswa UR untuk sama-sama mencegah agar tidak terulang kembali, terutama kepada Panitia Penyelenggara Pemilihan Raya, dan pendukung semua kandidat. Cukup kejadian yang sudah-sudah mempermalukan Universitas kita sebagai pusat pendidikan di Riau, mempermalukan Marwah Melayu sebagai pokok kebudayaan yang santun, dan terkhusus mempermalukan ISLAM sebagai agama yang membawa Rahmat bagi sekalian alam..


Sumber Video : http://youtu.be/uGRfB65k3hA

Lagu Melayu: Fatwa Pujangga, lirik, video, tentang pengarangnya.


Lirik :

T'lah kuterima suratmu nan lalu
Penuh sanjungan kata merayu
Syair dan pantun tersusun indah, sayang
Bagaikan madah fatwa pujangga

Kan kusimpan suratmu nan itu
Bak pusaka yang amat bermutu
Walau kita tak lagi bersua, sayang
Cukup sudah cintamu setia

( korus )
Tapi sayang sayang sayang
Seribu kali sayang
Ke manakah risalahku
Nak kualamatkan

Terimalah jawapanku ini
Hanyalah doa restu Ilahi
Moga lah Bang/Dik kau tak putus asa, sayang
Pasti kelak kita kan bersua





Tentang Pengarang

Said Effendi (lahir di Besuki, 25 Agustus 1925 – meninggal di Jakarta, 11 April 1983 pada umur 57 tahun) adalah seniman musik Melayu pada era 1950-an sampai 1970-an. Ia memopulerkan lagu Seroja yang populer hingga ke Malaysia. Selain menulis lagu dan menyanyi, ia pernah pula bermain film berjudul Seroja (sutradara Nawi Ismail), Titian Serambut Dibelah Tujuh (Asrul Sani), dan Pesta Musik Lobana (Misbach Yusa Biran).

Lewat lagu Bahtera Laju, Said Effendi menempatkan diri sebagai pelantun irama Melayu nomor wahid negeri ini. Ia menyingkirkan popularitas P. Ramlee. Said Effendi melantunkan lagu-lagu populer yang diciptakannya sendiri, seperti Bahtera Laju, Timang-timang, dan Fatwa Pujangga, maupun karya orang lain, misalnya Semalam di Malaysia (karya Syaiful Bahri), Di Ambang Sore (Ismail Marzuki), dan Seroja karya Husein Bawafie. Lagu terakhir ini membawanya pada puncak ketenaran[1].

Semua penghargaan yang diterimanya adalah anumerta (post-humous), mulai dari Anugerah Dangdut TPI (1998), Persatuan Wartawan Indonesia, Anugerah Seni dari PT Variapop, Nugraha Bhakti Musik Indonesia (2004), dan dari Parfi dan Persatuan Seniman Malaysia (2006).

Sumber :
http://www.youtube.com/watch?v=v7YEYTmnYdw
http://id.wikipedia.org/wiki/Said_Effendi

Top