Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Belajar cara Membuat Puisi : PUISI AKU

APA AKU??

oleh Pebrizon Black'proyexs pada 18 November 2011 jam 17:21

Bersamamu,,,
Seperti belum pernah terjadi dalam hidup ku..
Bersamamu,,,
Suatu yang terasa asing dalam hidupku..


Siapakah kau,,,?
Aku benar2 tak tau,,
Siapakah kau....
Kenapa aku merasa tidak mengenalmu


Tidak disaat kuantanku mengamuk..
Tidak pula disaat kuantanku kunak2..
Bahkan hingga pulau bane menangis,,
Hingga kompang tanikek tak mampu menyebrang...


Kau terasa begitu asing bagiku..

Bukan...
Bukan saat rembulan tersenyum..
Bukan saat bintang bergemerlap..
Bukan di dam kinali...
Bukan pula di pulau paboun..


Tapi saat ini..
Dengan begini..
Seperti ini..
Saat aku merindukanmu...
Saat itu,, aku akan merasa sedang bersamamu..


Lalu kenapa kau masih mempertanyakan ini..?
Saat semuanya telah terlanjur terjadi..

Kau bukan yang menemani disaat aku berada di guruh gemurai..
Kau bukan yag menemaniku disaat aku berada di batangkoban,,


Tapi,,
Kau yang menemaniku disaat aku merindukanmu,,
Kau yang tak bisa menjauh dari pikiranku..
Kau yang selalu dihatiku...
Selalu...


Percayalah kasihku...
Cintaku lebih panjang daripada batang kuantan..
Lebih bening daripada air yang mengalir di batangontan..
Lebih tinggi daripada bukit tabandang..
Lebih indah daripada parahu baganduang,,
Bahkan mengalahkan jalur kalojengking tigo jumbalang..


Lalu apa,,?
Apa yang kau berikan padaku,,?
Pengertian kah?
Kepercayaan kah,,?
Kejujuran kah?
Kesetiaan kah?


Akh,,
Jangan lebay...,
Lalu kau anggap apa aku??

Proses yang mempengaruhi persepsi



Persepsi dipengaruhi berbagi proses psikologi penting yang meliputi enam proses utama berupa :

Teori keperibadian implisit (implicit personality theory)


Adalah kondisi terjadinya “efek halo” dalam diri manusia yang mempengaruhi proses persepsinya terhadap suatu objek. Manusia jika mempercayai sesorang yang memiliki sejumlah kualitas positif maka ia akan memberi kesimpulan bahwa orang tersebut juga memiliki kualitas positif yang lain pula, begitu juga sebaliknya.

Ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self fullfilling prophecy)


Adalah kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang membuat prakiraan atau merumuskan keyakinan yang menjadi kenyataan karena ia bertindak seakan-akan hal yang diyakininya itu benar-benar terjadi.

Aksentuasi perceptual (perceptual accentuaition)


Adalah proses pandangan subjektivitas tentang kebaikan dan kelebihan dari suatu objek yang disukai daripada objek yang tidak disukai.

Primasi resensi (primacy recency)


Adalah proses penggunaan informasi yang datang lebih dahulu untuk mendapatkan gambaran umum tentang suatu objek dan kemudian menggunakan informasi kedua untuk membuat gambaran lebih spesifik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesan pertama yang tercipta lebih penting daripada tambahan Informasi yang datrang belakangan.

Konsistensi (consistency)


Adalah proses mempertahankan dan  memelihara keseimbangan diantara sikap-sikap yang dipilih. Manusia berharap objek yang disukai memiliki karakteristik yang disukainya begitu juga sebaliknya.

Stereotiping (stereotyping)


Merupakan jalan pintas manusia dalam melakukan persepsi. Manusia akan mempersepsi suatu objek berdasarkan latar belakang objek yang dipersepsi tersebut. Seorang yang tinggal di daerah preman akan dipersepsi memiliki perilaku yang juga seperti preman.


Enam proses di atas selain menentukan penafsiran terhadap stimulus sekaligus juga menjadi faktor penghambat terjadinya keakuratan dalam persepsi seseorang.

PSIKOLOGI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL


Konteks ilmu komunikasi memaknai komunikasi interpersonal sebagai proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau komunikasi dengan diri sendiri sedangkan secara psikologi komunikasi intrapersonal merupakan pengolahan informasi  yang terjadi dalam diri manusia. Proses tersebut dimulai dari penerimaan informasi, pengolahan, penyimpanan dan menghasilkan kembali.

Terjadinya proses komunikasi intrapersonal umumnya karena seseorang memberi arti pada suatu objek yang sedang diamati. Objek yang diamati tersebut mengalami perkembangan dalam diri manusia yang menghasilkan suatu keluaran (respon).

Unsur-Unsur Komunikasi Intrapersonal.

1. Sensasi (Penginderaan)


Sejak manusia dilahirkan dan berhubungan dengan dunia luar maka saat itu ia menerima rangsangan/stimulus dari luar selain rangsangan dari dalam dirinya. Ia mulai merasa kedinginan, kepanasan, lapar, sakit dan sebagainya. Manusia mengenal dunia luar atau stimulus melalui alat inderanya. Sensasi adalah penerimaan dari segala sesuatu yang menerpa organisme (stimulus/rangsangan) melalui alat indera. Pada sensasi/penginderaan unsur-unsur stimulus belum terurai masih dalam satu kesatuan. (lihat materi kuliah psikologi sosial kuliah ke 2)

    - Syarat-syarat terjadinya sensasi sebagai berikut :
    • Adanya objek yang diamati atau kekuatan stimulus
    • Objek menimbulkan stimulus yang mengenai indera (reseptor) sehingga terjadi sensasi. Untuk bisa diterima oleh indera diperlukan kekuatan stimulus yang disebut sebagai ambang mutlak (absolute threshold).
    • Kepastian alat indera (reseptor)  yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik sebagai penerus kepada pusat otak (kesadaran) untuk menghasilkan respon
    • Pengalaman dan lingkungan budaya. Pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi sensasi.

2. Persepsi / pengamatan (perception)

Persepsi / pengenalan ( psikologi), proses organisme menginterpretasikan dan mengorganisir sensasi untuk menghasilkan suatu pengalaman yang penuh arti. Bila sensasi pada umumnya bersifat segera, relatif  tidak memproses rangsangan yang berhubungan dengan indera mata, telinga, hidung, lidah, atau kulit. Persepsi lebih menguraikan pengalaman seseorang dan secara khas melibatkan  pengolahan lebih lanjut dari masukan yang berhubungan dengan perasaan. Dalam prakteknya, sensasi dan persepsi tidak terpisahkan, sebab mereka menjadi bagian dari satu proses yang berlanjut.

Organ indera manusia menerjemahkan energi fisik dari lingkungan ke dalam gerakan elektrik yang diproses oleh otak. Sebagai contoh, cahaya elektromagnetik yang menyorot mata menyebabkan sel sel yang peka rangsangan dalam mata mengaktipkan dan mengirimkan isyarat kepada otak. Tetapi manusia tidak pernah memahami isyarat ini. Proses dari persepsi menjadikan manusia menginterpretasikan semua object, peristiwa, orang-orang, dan situasi.

Tanpa kemampuan untuk mengorganisir dan menginterpretasikan sensasi, hidup akan kacau dan tidak bermakna. Manusia tidak pernah bertemu dengan apa yang disebut sebagai  warna, bentuk, dan bunyi. Seseorang tanpa memiliki kemampuan perseptual maka tidak akan bisa mengenali wajah, memahami bahasa, atau menghindari ancaman. Orang seperti itu tidak akan survive.

 

Prinsip Organisasi Perseptual

 

Mengorganisir stimuli yang berhubungan dengan perasaan ke dalam pengalaman yang penuh arti akan melibatkan pengamatan, satu set aktivitas mental yang meliputi pemikiran, pengetahuan, dan ingatan. Pengetahuan dan pengalaman adalah penting dalam persepsi, sebab kedua hal tersebut akan membantu organisme memaknai suatu stimulus. Untuk memahami hal  ini coba baca kalimat di bawah ini :

Kita mungkin bisa membaca teks tersebut tetapi tidak dengan mudah seperti ketika membaca tulisan seperti format biasanya. Pengetahuan dan pengalaman yang menuntun manusia untuk memahami teks tersebut. Kita bisa mengucapkan kata yang terbaca oleh karena kita memiliki pengetahuan tentang bentuk huruf dan tulisan. Barangkali kita dapat membaca tulisan di atas karena telah mempunyai beberapa pengalaman yang lebih mendahului di dalam membaca teks bacaan yang kacau-balau, terbalik atau sungsang. Tanpa pengetahuan tentang tata cara tulisan kita akan merasa teks bacaan sebagai bentuk yang tidak berarti, sama seperti orang-orang yang tidak mengetahui tulisan Cina atau  huruf Jepang karena membaca adalah merupakan salah  satu format dari persepsi visual.

 

Proses terjadinya persepsi

 

Ada 3 langkah dalam proses terjadinya persepsi yang dapat digambarkan dalam bentuk sebagai berikut :
Gambar. Proses persepsi

    • Tahap pertama proses persepsi adalah stimulasi alat indera (sensory stimulation) ; merupakan tahapan ketika manusia menyadari adanya stimulus yang mengenai indera. Namun kadang manusia tidak selalu menyadari adanya stimuli yang datang karena indera manusia memiliki pilihan terhadap setiap stimulus yang datang
    • Tahap kedua disebut sebagai stimuli terhadap alat indera diatur : adalah proses organisasi perseptual dalam beberapa prinsip yang meliputi :
      • Hukum kedekatan (proximity)
        Object yang dekat antara satu sama lain, dan semakin nampak sama secara mental akan dikelompokkan dalam satu kesatuan utuh. Ilustrasi di bawah menunjukkan manusia akan cenderung menggolongkan bidang kesatu dengan bidang ke dua dari sebelah kiri sebagai satu pasangan, sementara bidang kedua dan ketiga tidak pasangkan. Mengapa tidak disatukan karena kotak yang kedua dan kotak yang ketiga adalah lebih jauh jaraknya.
      • Hukum Persamaan (similarity)
        Persepsi manusia cenderung untuk menyatukan bagian-bagian bidang visuil yang yang serupa atau sama apakah dalam bentuk warna, tekstur, bentuk, atau bentuk-bentuk lainnya. Pada ilustrasi berikut manusia cenderung melihat warna biru sebagai satu baris daripada melihat bulatan tersebut dalam bentuk baris kolom
      • Hukum Kesinambungan (Continuity)
        Prinsip ini menuntun manusia untuk melihat satu garis  mengarah  dalam bentuk yang teratur dan bukannya suatu bentuk yang tidak teratur.
      • Hukum Pengakhiran  (closure)P
        rinsip ini menunjukkan bahwa manusia cenderung melengkapi/menyempurnakan bentuk  yang tidak sempurna dalam satu kesatuan utuh. Seperti di gambar di bawah, kita secara mental menutupi gap antar garis dan menyimpilkannya sebagai gambaran dari suatu itik. Kecenderungan ini menuntun manusia menerima suatu object  secara utuh dari  bentuk yang tidak sempurna.
      • Hukum kebiasaan umum (common fate).
        Prinsip ini mengarahkan manusia untuk menyatukan sekelompok objek yang bergerak pada ke arah yang sama. Pada ilustrasi di bawah tiga bola  bergerak ke satu arah, dan dua bola  bergerak ke arah sebaliknya. Secara mental manusia akan memeprsepsi semua bola bergerak ke arah yang sama.
      • f.    Hukum Kesederhanaan(simplicity)
        Merupakan prinsip yang menunjukkan manusia secara intuisi menyukai suatu yang bersifat sederhana dan seimbang. Sebagai contoh pada ilustrasi di sebelah kanan, kita bisa mengartikan gambar tersebut dalam beberapa kemungkinan yaitu sebagai tiga cakram yang saling bertumpukan, atau sebagai satu cakram yang diapit dua cakram yang memiliki irisan di sisi sebelah kanan; atau sebagai tiga objek silindris yang berdimensi. 

    • Tahap ke tiga adalah stimulasi alat indera ditafsirkan- dievaluasi
      Merupakan proses subjektivitas dalam diri manusia dalam memaknai suatu stimulus. Pada proses kedua manusia melakukan penafsiran yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan evaluasi terhadap penafsiran tersebut. Proses penafsiran-evaluasi ini dipengaruhi oleh pengalaman, kebutuhan, keinginan, sistem nilai, keyakinan dan emosi pada saat mempersepsi.
Proses yang mempengaruhi persepsi
Persepsi dipengaruhi berbagi proses psikologi penting yang meliputi enam proses utama berupa :
    • Teori keperibadian implisit (implicit personality theory)
      Adalah kondisi terjadinya “efek halo” dalam diri manusia yang mempengaruhi proses persepsinya terhadap suatu objek. Manusia jika mempercayai sesorang yang memiliki sejumlah kualitas positif maka ia akan memberi kesimpulan bahwa orang tersebut juga memiliki kualitas positif yang lain pula, begitu juga sebaliknya.
    • Ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self fullfilling prophecy)
      Adalah kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang membuat prakiraan atau merumuskan keyakinan yang menjadi kenyataan karena ia bertindak seakan-akan hal yang diyakininya itu benar-benar terjadi.
    • Aksentuasi perceptual (perceptual accentuaition)
      Adalah proses pandangan subjektivitas tentang kebaikan dan kelebihan dari suatu objek yang disukai daripada objek yang tidak disukai.
    • Primasi resensi (primacy recency)
      Adalah proses penggunaan informasi yang datang lebih dahulu untuk mendapatkan gambaran umum tentang suatu objek dan kemudian menggunakan informasi kedua untuk membuat gambaran lebih spesifik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesan pertama yang tercipta lebih penting daripada tambahan Informasi yang datrang belakangan.
    • Konsistensi (consistency)
      Adalah proses mempertahankan dan  memelihara keseimbangan diantara sikap-sikap yang dipilih. Manusia berharap objek yang disukai memiliki karakteristik yang disukainya begitu juga sebaliknya.
    • Stereotiping (stereotyping)
      Merupakan jalan pintas manusia dalam melakukan persepsi. Manusia akan mempersepsi suatu objek berdasarkan latar belakang objek yang dipersepsi tersebut. Seorang yang tinggal di daerah preman akan dipersepsi memiliki perilaku yang juga seperti preman.

Enam proses di atas selain menentukan penafsiran terhadap stimulus sekaligus juga menjadi faktor penghambat terjadinya keakuratan dalam persepsi seseorang.

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lainnya


ketika kita berbicara tentang ilmu politik, maka kita harus berbicara lebih lias daripada sekedar ruang lingkup semata, melebihi dari itu kita harus mempelajari juga hubungan nya dengan ilmu-ilmu lainnya. dengan demikian diharapkan dapat membantu kita memahami atau bahkan mengembangkan wawasan kita mengenai ilmu politik dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari.

1. ilmu politik VS ekonomi

dulu para ahli menganggap ilmu ekonomi dan ilmu politik adalah satu, atau setidaknya beberapa ahli berpendapat bahwa ilmu ekonomi merupakan bagian tau cabang daripada ilmu politik, ini disebabkan karena pada zaman dahulu ilmu ekonomi membahas seputar sumber penghasilan negara.

saat ini ilmu ekonomi lebih mengajarkan masyarakat untuk berusaha, memperoleh dan mengatur kekayaan, tentang keuntungan dan modal dan sebagainya, oleh sebab itu ilmu ekonomi dinyatakan independen dan terpisah dari ilmu politik.

meskipun ilmu ekonomi terpisah dari ilmu politik, bukan berarti ilmu ekonomi tidak mempengaruhi ilmu politik, dalam hal penghasilan dan penyaluran kekayaan, ilmu ekonomi sangat mempengaruhi politik. bahkan berbagai masalah politik disebabkan dan terselesaikan dengan ekonomi (ilmu ekonomi).

---

Diberbagai Negara pemerintahan pengaruh yang terbesar terletak pada pertumbuhan ekonominya. Bertambahnya lapangan ekonomi didalam pemerintahan terjadi tiada henti- hentinya. Pajak, UU bea, Hak milik Negara dan pertolongan Negara terhadap lahan pertanian, industri dan perdagangan semuanya bukanlah salah satu hal dimana pemerintah berkuasa atas penghasilannya.

Kesejahteraan Negara yang baik dan sosialisme telah merombak keadaan fungsi Negara. Negara dewasa ini diartikan atau disangka langsung turut campur dalam bermacam lingkungan, dari aktifitas masyarakat menentukan perintah dalam hal kwalitas distribusi kekayaan dan juga materi barang milik masyarakat.

Tentu saja banyak permasalahan yang timbul dalam pemerintahan modern yang lahir dari dasar ekonomi, tuntutan terhadap lapangan kerja, modal hak milik tanah, ketidakrataan penurunan dan penaikan ekonomi, bahkan pesatnya kemajuan teknologi yang mempengaruh nasionalisasi. Perlu kita ketahui dalam Negara Komunis, Negara mengontrol secara keseluruhan kesatuan kehidupan ekonomi masyarakat.

Golongan dan grup ekonomi disetiap Negara terlaksana terus menerus dimana tertekan dalam administrasi untuk perlindungan dan kekayaan. Demikian pula, penggunaan kondisi ilmu ekonomi memiliki pengaruh besar dalam cita- cita perpolitikan dan institusi, Contohnya: adanya revolusi yang menimbulkan cita- cita kemerdekaan perseorangan, demokrasi, sosialisme dan komunis.


2. Ilmu politik dan etika


Etika adalah ilmu ketertiban dimana pokok masalah moralitas dipelajari. Singkatnya ilmu tatasusila adalah ilmu moralitas. Didalam ilmu ini tertetapkan hukum- hukum moralitas dan menentukan kebiasaan tingkah laku. Ilmu tatasusila juga memaksimalkan setiap tingkah laku manusia baik secara benar atau berhaluan kiri.

Hubungan antara ilmu politik dan Etika adalah nyata atau fact atau jelas. Tidak ada pembahasan dalam ilmu politik pokok persoalan apakah ini benar atau sebaliknya, maka tatasusilalah yang akan memberi jawaban setiap sasaran ataupun tujuan ilmu politik itu sendiri.

Para philosophy politik di abad kuno dan abad pertengahan menyatakan tidak ada perbedaan diantara ilmu politik dan tatasusila, bagi mereka ketertiban keduanya saling berhubungan.

Menurut Plato dan Aristotle negara lahir hanya untuk menghasilkan atau melangkah kepada arah yang lebih baik, sedangkan untuk meraih kebaikan tersebut dibutuhkan iringan nilai moral yang tinggi.

Dilain pihak Mahatma Gandhi Bapak bangsanya India menekankan kedekatan hubungan ilmu politik dan etika, dia mengatakan: politik yang kehilangan agama adalah sebuah perangkap kematian, karena mereka telah membinasakan jiwa. Agama disini diartikan sebagai tatasusila atau moral yang tinggi. Maka jika para philosophy dahulu menyamakan politik dan etika namun sekarang ide tersebut telah berubah, buktinya banyak para pejabat kita yang tidak mempunyai moral seperti apa yang digambarkan oleh philosophy-philosophy terdahulu.


3. Ilmu politik dan sosiologi


Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh seluk beluk yang berhubungan dengan sosial. Banyak aspek yang dipelajari dalam ilmu sosiologi dimana berkait dengan kehidupan sosial, hubungan antar sesama, kekeluargaan, kasta, rumpun, bangsa, agama dan asosiasi kebudayaan, ekonomi dan organisasi politik, dari keseluruhan yang tersebut adalah pernyataan naluri dari khalayak sosial. Dapat diambil pernyataan bahwa masyarakat adalah lebih dahulu dari pada Negara.

Dahulu kala Negara hidup dikalangan masyarakat dengan sendirinya, dimana Negara tersebut berlanjut hingga ratusan ribu tahun dimanapun dan bervariasi pula dalam pertumbuhan dan pengembangannya. Bahkan sampai sekarang ini dimana berbagai bangsa telah menggapai kehidupan bermasyarakat akan tetapi tidak diperkuat oleh lembaga politik. Sosiologi adalah ilmu yang terkait kuat secara keseluruhan akan proses perkembangan kehidupan manusia, dimana jangkauan dan penjamahan ilmu sosilogi lebi luas layak pesatnya pertumbuhan manusia.

Disisi lain jangkauan ilmu politik bersifat terbatas. Ilmu politik bersifat menyusun atau mengatur disiplin atau aturan, dan mengenai secara praktis dengan keistimewaan dari aspek kehidupan sosial atau phenomena politik. Sosiologi juga mempelajari sesuatu yang tidak merupakan phenomena ilmu politik, sedangkan hak yang tidak merupakan phenomena perpolitikan bersifat diluar atau terlalu sulit dijangkau dengan ilmu politik.

4. Ilmu politik dan sejarah

Sejarah adalah riwayat hidup ummat manusia, Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari peradaban manusia, Melalui pelajaran ini segala ide- ide, kesuksesan dan peradaban manusia dikupas. Disini pula kita mengetahui kejadian- kejadian dahulu, gerak- gerik dan penyebab dimana memiliki timbal- baliknya pula.

Disejarah juga terdapat pembahasan perkembangan ekonomi, sosial, agama, para cendekiawan, pergerakan artistik, perkembangannya dan juga membahas pertumbuhan dan kemunduran negara, organisasi dan sebab kegagalan mereka.

Ilmu sejarah sangat dekat hubungannya dengan Ilmu politik:

Professor Seely mengatakan: Sejarah tampa ilmu politik laksana pohon tampa buah, sedangkan ilmu politik tampa sejarah bagaikan pohon tampa akar, dapat disimpulkan keduanya sangat berhubungan dekat.

Freeman mengemukakan histori atau sejarah adalah politik masa dahulu, sedangkan politik adalah sejarah dimasa kini.

Beberapa fakta sejarah seperti yang dikatakan oleh Appadorai bahwa terdapat bagian dasar dari ilmu politik, dimana fakta- fakta sejarah memberikan kita materi mentah dari ilmu politik. Maka bagaimanakah kita mengolah mentah tersebut sehingga bermamfaat bagi kita.

Point- point diatas menberikan kita informasi tentang asal- usul barang- barang berharga dari ilmu sejarah, kemajuan dan kemunduran negara disertai segala problema yang terjadi dalam prinsip bernegara. Studi banding dari institusi dan politik yang baik pada masa lalu membantu kita untuk memahami permasalahan dimasa kini.

Tiap- tiap masyarakat sudah pasti menghadapi suatu permasalahan, baik secara langsung dimana berakar dimasa dahulu kala, contohnya: kita memiliki warisan dari nenek moyang kita seperti: kastaisme, perkauman, dan sifat kedaerahan. Mempelajari ilmu sejarah dengan sendirinya akan membawa wawasan kita bahkan menolong kita dalam menyelesaikan fakta dasar dari permasalahan yang ada.

Ilmu politik akan samar bila tidak disertai dengan sejarah, dimana sejarah juga akan terlihat pincang bila tidak diiringi dengan ilmu politik. Kedua ilmu tersebut memiliki suatu keterkaitan yang tidak mungkin dipisahkan. Lebih jelasnya setiap sejarah pasti diiringi dengan sang hero atau nama- nama pemikir terdahulu, dimana ilmu politik mengupas segala bidang perkembangan suatu negara, dimana hal ini dikategorikan sebagai sejarah.


5. Ilmu politik dan psychology


Psikologi adalah ilmu sifat, dimana fungsi- fungsi dan phenomena pikiran manusia dipelajari. Setiap tindak- tanduk dan aktifitas masyarakat dipengaruhi oleh akal individu. Sedangkan ilmu politik mempelajari aspek tingkah laku masyarakat umum. Maka sampai saat itu pula, ilmu politik berhubungan sangat dekat dengan Psikologi.

Jika tindak- tinduk politik bisa diketahui dengan sepantasnya, maka akarnya terdapat dalam psikologi dalam pelaksanaan untuk menemukan hasil yang jelas.

Para pakar politik sampai saat itu juga mencoba untuk mempelajari tindak- tanduk politik dalam istilah ilmu psikologi.

Para tokoh terkemuka yang melaksanakan hal diatas adalah: Bagehot, Graham Wallas, MacDougall, Durkheim, Leo Bon, Harold Lassevell, dan George Catlin.

Menurut pengamatan Barker: penggunaan psikologis menunjukkan teka- teki dari aktifitas manusia dimana telah menjadi kebiasaan sekarang. Jika gagasan nenek moyang kita bersifat ilmu hayat atau biologis, maka kita berpikir secara ilmu jiwa.

Para sarjana yang berpikir secara ilmu jiwa menyatakan bahwa negara dan lembaga politik lainnya merupakan produksi dari pada pemikiran manusia. Jadi lembaga politik dan system diberbagai negara akan sukses dengan iringan keselarasan mental masyarakat didalam negara.

‘’Pemerintahan yang stabil akan menjadi sangat terkenal.’’

Menurut Garner: musti tergambar dan ditekan dari ideal mental serta moral sentiment dari mereka, dimana merupakan tombak dalam kekuasaan, singkatnya, semua itu musti terdapat dalam keselarasan dengan mental konstitusi dari bangsa.

Psikologi mengajarkan kita tentang sifat dasar manusia dan ini tidaklah sama disegala penjuru dunia, setiap komunitas memiliki mental dandanan sendiri. Setiap komunitas memiliki kegeniusan dan keistimewaan pandangan terhadap kehidupan. Beberapa komunitas mempunyai kesadaran yang tinggi untuk membangun politik yang baik, dimana sebagian masyarakat sebaliknya.

Alasan inilah yang menjawab kenapa tipe keistimewaan dari lembaga politik bisa berjalan sukses dibeberapa negara dan gagal pula terjadi disebagian negara.


PENUTUP


Ilmu politik bukanlah ilmu yang bisa berdiri sendiri tampa didampingi oleh disiplin ilmu lainnya. Secara praktis keilmuan politik bisa dipisahkan namun dalam kontek pelaksanaan ilmu politik harus mengadopsi ilmu – ilmu yang berhubungan langsung. Dengan adanya kombinasi ilmu pengetahuan tersebut maka politkus akan menjadi orang yang bertanggung jawab dan sungguh – sungguh dalam menjalankan amanah rakyatnya, karna secara estimologi ilmu politik lebih mengarah kepada mayoritas bukan minoritas apalagi individu.

Sumber Bacaan:

1. R. C. Agarwal ( 2008 ) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi.
2. S. N Dubey ( 2007 ) Political Science Theory. Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
3. Carlton Clymer Rodee, Thomas H. Greene ( 2006 ) Pengantar Ilmu politik. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
4. K. K Mishra ( 2005) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi
5. A.C Kapur ( 2006 ) Principles Of Political Science. . Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
6. Budiarjo, Miriam. 2004. “Dasar-Dasar Ilmu Politik”. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.


http://tasarkarsum.blogspot.com/2011/09/pertemuan-ke-ii-hubungan-ilmu-politik.html

Top