Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

PENYULUHAN ANTISIPASI EFEK NEGATIF TAYANGAN SINETRON TERHADAP PERILAKU REMAJA

Televisi

Berdasarkan pengamatan para ahli bidang pertelevisian menyebutkan bahwa informasi yang diperoleh melalui siaran televisi dapat mengendap dalam daya ingatan manusia lebih lama jika dibandingkan dengan perolehan informasi yang sama melalui membaca..

Tayangan Sinetron Indonesia

90% Sinetron Indonesia merupakan jiplakan dari film-film serial bangsa lain. Keadaan ini merupakan pengaruh dari pemahaman pembangunan dalam prespektif modernisasi klasik, yang menyatakan bahwa Negara berkembang akan maju apabila mengikuti seluruh aspek kehidupan  di Negara maju. Pada kenyataannya Negara berkembang akan menjadi lebih mundur apabila Negara berkembang tersebut keluar dari nilai-nilai budaya dan agama yang dianutnya.

Efek Tayangan Sinetron Pada Perilaku Remaja

Efek dalam proses belajar meliputi tahap pengetahuan (Kognitif), sikap (Afektif), dan tindakan (Konatif).

Bulan Januari sampai Agustus 2009, KPI telah menerima lebih dari 4075 pengaduan masyarakat dengan tayangan televisi yang merusak, untuk berbagai kategori tayangan. Jadi remaja harus mampu menyaring tayangan-tayangan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Antisipasi Efek Negative Tayangan Sinetron

Para remaja harus dipahamkan dan berusaha mengaplikasikan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan mereka. Kemudian juga yang tidak kalah pentingnya melibatkan komponen-komponen lain yaitu; orang tua, tokoh agama, para pendidik,  tokoh masyarakat, pemerintah, ormas-ormas lainnya. Kita berharap agar semua komponen peduli dan waspada terhadap efek negative tayangan sinetron bagi perilaku remaja..

PENGARUH SISTEM SOSIAL-BUDAYA TERHADAP ADOPSI INOVASI

Sistem sosial

System social adalah kesatuan unit-unit social, dimana masing-masing unit social tersebut pada hakikatnya mempunyaifungsi yang berbeda-beda dan selanjutnya bersatu serta saling bergantung untuk melaksanakan fungsi tertentu.

Norma Sosial, Nilai Hidup, dan Pandangan Hidup Masyarakat Pedesaan

Dalam masyarakat Indonesia, factor norma social, nilai hidup serta pandangan hidupmasyarakat, terutama masyarakat pedesaan sangat kuat pengaruhnya terhadap proses pembangunan dalam masyarakat bersangkutan termasuk dalam hal komunikasi inovasi.

Status dan Peranan dalam masyarakat Desa

Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok social, Peran merupakan aspek dinamis dari peran atau kedudukan.

Jenis keputusan inovasi

Jenis keputusan keputusan : keputusan individual; Keputusan Kolektif; keputusan otoritas.

CARA-CARA MENGUKUR POTENSI DIRI

Pengembangan diri harus diawali dengan pengenalan diri, salah satu caranya adalah melalui pengukuran potensi diri. Pengenalan diri akan membantu individu melihat kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya, mengetahui hal-hal yang berkembang dengan hal-hal yang masih perlu dikembangkan. Pengukuran potensi diri dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang individu, baik yang diperoleh melalui introspeksi diri maupun malalui feed back dari orang lain serta tes psikologis.

1)  Penilaian diri

Yang dimaksud dengan penilaian diri ini adalah menilai diri sendiri. Ada juga yang mengatakan instropeksi. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan cara ini penilaian yang dilakukan sangat subyektif, karena orang umumnya tidak mau melihat kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Tapi pendapat lain mengatakan bahwa yang paling kenal diri anda adalah anda sendiri.


2) Pengukuran diri melalui feed back orang lain

Feed back merupakan komunikasi yang ditujukan kepada seseorang yang akan memberikan informasi kepada orang yang bersangkutan, bagaimana orang lain terkena dampak olehnya, bagaimana kesan yang ditimbulkan pada orang lain dengan tingkah laku yang ditunjukkannya. Feed back membantu seseorang untuk menelaah dan memperbaiki tingkah lakunya dan dengan demikian ia akan lebih mudah mencapai hal-hal yang diinginkannya.


3) Tes kepribadian

Tes kepribadian merupakan salah satu instrumen untuk pengenalan diri sendiri, beberapa tes kepribadian untuk pengukuran potensi diri, yaitu: kepercayaan terhadap diri sendiri, tingkat kehati-hatian, daya tahan menghadapi cobaan, tingkat toleransi, dan pengukuran ambisi.

PROSES ADOPSI INOVASI

Pengertian Adopsi Inovasi
Inovasi adalah gagasan, tindakan atau tekhnologi, termasuk barang yang dianggap baru oleh seseorang.

Adopsi merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang terhadap suatu inovasi sejak mengenal, menaruh minat, menilai sampai menerapkan.

Peranan Komunikasi dalam Adopsi Inovasi
Dalam kegiatan penyuluhan diutamakan komunikasi informative dan komunikasi persuasive, sedangkan komunikasi entertainment hanya digunakan sebagai unsur penunjang.

Sistem Adopsi Inovasi

System adopsi inovasi adalah kesatuan fungsi dari unsur-unsur seperti; tahap adopsi, sifat inovasi, katagori adapter, factor-faktor  yang berpengaru, dan peranan penyuluh.

Kecepatan Adopsi Inovasi
Kecepatan adopsi inovasi ditentukan beberapa variable bebas, sbb; Sifat inovasi, Jenis keputusan inovasi, Saluran komunikasi,Ciri-ciri system social, Kegiatan promosi, Peranan waktu dalam proses adopsi inovasi, Karakteristik adopter.

Peranan Penyuluhan dalam proses Difusi Inovasi
Peranan penyuluhan dalam usaha memperlancar proses difusi inovasi menurut Margono  (1978) adalah; Menumbuhkan kebutuhan untuk perubahan menuju kondisi yang diinginkan, Membangun hubungan yang semakin erat antara penyuluh dan adopter, Mendiagnosis permasalahan yang dihadapi adopter, Menumbuhkan keinginan-keinginan adopter menjadi suatu tindakan nyata, Menumbuhkan keinginan-kenginan yang belum terpikir sebelumnya, Memperkokoh perubahan-perubahan yang telah berlansung/terjadi untuk memungkinkan adanya tindak lanjut, Memutuskan hubungan untuk perubahan, dimana adopter mampu berdiri/berubah sendiri.

Pengaruh Adopsi Inopasi terhadap perubahan social dan konsekwensi inovasi
Perubahan social terdiri dari tiga tahap yaitu; invensi, Difusi, konsekwensi

Akibat (konsekwensi)adopsi inovasi
Secara sederhana konsekwensi dapat dibagi menjadi; Diinginkan dan tidak diinginkan, Konsekwensi fungsional dan disfungsional, Lansung dan tidak lansung.

FUNGSI DAN KONSEKWENSI SIKAP


Sikap memiliki fungsi pengetahuan yang dapat membantu individu untuk mengelola berbagai dan menginterprestasi informasi.

FUNGSI SIKAP


Sikap memiliki fungsi pengetahuan yang dapat membantu individu untuk mengelola berbagai dan menginterprestasi informasi.

Sikap juga memiliki fungsi Utilitarian, Pada tingkat yang lebih banyak materi, sikap membantu orang mendapatkan penghargaan dan menghindari hukuman.
Sikap memiliki fungsi Sosial adjustive. Kita semua ingin diterima oleh orang lain. Sikap membantu kita "beradaptasi" dengan kelompok.

SIKAP DAN PERSUASI

Melalui komunikasi persuasif, seorang receiver (penerima pesan) dapat berubah sikap karena paparan informasi dari sender (pengirim pesan)

SIKAP DAN PERILAKU

Sikap sangat mempengaruhi perilaku (Baron & Bryne, 2000). Meskipun sikap bukanlah sesuatu yang menentukan yang sangat akurat terhadap suatuperilaku namun sikap merupakan prediktor yang baik untuk perilaku-perilakuyang umum (Aiken, 2002). Baron dan Bryne (2000) juga menyatakanbahwa sikap dapat membantu memprediksi perilaku orang dalam konteks yanglebih luas.

Perilaku merupakan tindakan dari sikap kita terhadap sesuatu. Ketika kita dapat memberikan pemikiran yang mendalam terhadap sikap kita, intensi yang berasal dari sikap kita dapat memprediksikan dengan kuat tingkah laku kita. Sementara dalam situasi dimana kita tidak dapat melakukan pertimbangan tersebut, sikap mempengaruhi tingkah laku dengan membentuk persepsi kita terhadap situasi tersebut.


MODEL SIKAP


Berbagai Model Sikap

1.      Model Sikap Tiga Komponen

  • Komponen Kognitif
Merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap. Berisi persepsi, kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu (Mann, 1969).

  •  Komponen Afektif

            Merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu yang berkaitan dengan perasaan suka atau tidak suka.

  •  Komponen Konatif

Merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimiliki oleh seseorang.


2.      Model Sikap Multi Sifat


Model-model sikap yang memperhatikan komposisi dari sikap-sikap konsumen ketika memilih atribut produk atau keyakinan.

  •  Model Sikap Terhadap Obyek

 Sikap merupakan fungsi dari adanya (atau tidak adanya) penilaian terhadap keyakinan atau sifat-sifat produk tertentu Berguna untuk mengukur sikap terhadap merk

  •  Model Sikap Terhadap Perilaku

Merupakan sikap individu dalam berperilaku atau bertindak terhadap obyek tertentu, dan bukannya sikap terhadap obyek itu sendiri. Lebih mendekati perilaku yang sebenarnya

  •  Teori Model Tindakan yang Beralasan

Termasuk komponen kognitif, afektif dan konatif.Termasuk norma-norma subjektif sebagai tambahan sikap
.
  • Teori Usaha Mengkonsumsi

 Untuk menerangkan berbagai kejadian yang tindakan atau hasil tindakannya tidak pasti, tetapi sebaliknya kejadian tersebut mencerminkan usaha konsumen untuk mengkonsumsi (atau membeli).

  •  Model Sikap Terhadap Iklan

model yang menggambarkan bahwa konsumen membentuk berbagai perasaan (afeksi) dan pertimbangan (kognisi) sebagai akibat keterbukaan terhadap iklan, yang pada akhirnya mempengaruhi sikap konsumen terhadap iklan terhadap merk

KONSEP SIKAP, KARAKTERISTIK, NILAI DAN KEPERCAYAAN


Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, dan nilai, mempunyai daya pendorong atau motivasi, relatif menetap, mengandung aspek evaluatif, dan sikap timbul dari hasil pengalaman.
 

KONSEP SIKAP


Beberapa ahli berpendapat:
  1. Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulas atau objek ( Notoatmodjo S. 1997).
  2. Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memeberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respons atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya ( Bimo Walgito,2001).
  3. Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnyapositif atau negatif terhadap suatu objek atau situasi secara konsisten (Abu ahmadi,1999).
  4. Menurut Gerungan (19960), atittude diartikan dengan sikap terhadap objek tertentu, yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap tersebut disertai oleh kecenderungan untuk bertindak sesuai objek tadi.
  5. Menurut Secord dan Backman (1994) sebagaimana dikemukakan oleh Azwar Saifuddin (1995) adalah” keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran ( kognisi), dan fredisposisi tindakan (konasi) seseorang terhadap suatu aspek dilingkunga sekitarnya’’

KARAKTERISTIK

  1. Siksp dan Objek Sikap
    Berikan informasi itu selengkapnya. Objek sikap bisa bersifat spesifik, bisa pula berbentuk umum. Bisa bersifat abstrak, bisa pula berbentuk orang, kelas sosial atau institusi
  2. Sikap memiliki Arah, Derajat, dan Intensitas.
    Arah sikap menunjukanasosiasi atau tidak adanya asosiasi dengan isu atau proposal, senang atau tidak senang terhadap objek, dan sebagainya.
    Dalam kaitannya dengan arah, drajat sikap merupakan aspek yang penting untuk mengetahui seberapa besar seseorang senang tidak senang, setuju tidak setuju, dan lain-lain terhadap objek sikap.
    Intensitas menunjukan tingkat keyakinan seseorang terhadap suatu objek melalui sikap yang dipertahankannya.
  3. Sikap dapat dipelajari
    Beberapa sikap yang dipengaruhi oleh pengalaman tidak lansung ditangkap oleh kita dan orang lain. Pengaruh tersebut, mungkin saja sangat kuat mengubah sikap kita,baik positif maupun negatif (Applebum dan Anatol, 1974)
  4. Sikap itu Stabil dan tahan lama
    Pengalaman aktual yang lebih lama merupakan objek sikap itu sendiri, yang sangat kecil kemungkinannya untuk perubahan sikap adalah sikap akan diubah oleh sebuah pengalaman baru.

NILAI DAN KEPERCAYAAN


Menurut Fraenkei (1977,1980), nilai dapat didefinisikan sebagai standar dari perbuatan, keindahan, atau harga, yang harus diakui oleh seseorang. Seseorang berusaha untuk berbuat sesuai dengan standar tersebut atau berusaha untuk mempertahankannya.  menurut McKinney dan Moore (1982) sikap dan nilai merupakan konstruk hipotetik, dan menjadi dorongan, bimbingan internal bagi terwujudnya perilaku seseorang. Perbedaan antara keduanya: nilai lebih bersifat global dari pada sikap, nilai dapat mempengaruhi pula perilaku seseorang dengan mempengaruhi sikap dan penilaian terhadap konsekuensi daripada perilaku atau perbuatan tersebut.
Martin Fishbein mengatakan bahwa kepercayaan adalah: hipotesis bahwa suatu objek itu ada dan bahwa hubungan yang terjadi diantara objek dengan pertimbangan objek-objek yang lainnya. Sehingga menurut definisi tersebut, terdapat dua kepercayaan yaitu kepercayaan kepada objek dan kepercayaan tentang objek.

STRUKTUR SIKAP


1.      Komponen Kognitif

Merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap. Berisi persepsi, kepercayaan, dan stereotipe yang dimiliki individu mengenai sesuatu (Mann, 1969).
2.      Komponen Afektif

      Merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional. Perasaan yang dimiliki terhadap sesuatu yang berkaitan dengan perasaan suka atau tidak suka.
3.      Komponen Konatif

Merupakan aspek kecenderungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang
dimiliki oleh seseorang.

STRUKTUR SIKAP DAN PERSUASI


Seorang persueder tertarik pada konsep sikapdalam rangka kepentingannya untuk memprediksi secara persuasi berdasarkan pengetahuan tentang variabel yang mengantarai antara dampak pesan dan respon persuadee terhadap pesan yang disampaikannya.

APAKAH SIKAP SECARA INTERNAL DAPAT MENETAP DALAM DIRI SESEORANG


Faktor ini berasal dari dalam diri individu . dalam hal ini individu menerima, mengolah, dan memilih segala sesuatu yang datang dari luar, serta menentukan mana yang akan diterima dan mana yang tida. Hal hal yang diterima atau tidak berkaitan erat dengan apa yang ada dalam diri individu. Oleh karena itu, Faktor individu merupakan faktor penentu pembentukan sikap

Setidaknya ada dua penjelasan untuk menerangkan perubahan sikap yang Anda alami. Pertama oleh karena adanya konsistensi kognitif dalam diri Anda. Kedua, karena adanya persuasi untuk merubah sikap Anda.

Dengan demikian sikap secara internal dapat saja menetap dalam diri seseorang bila perubahan sikap yang dicita-citakan komunikasi persuasif gagal.


Proses yang mempengaruhi persepsi



Persepsi dipengaruhi berbagi proses psikologi penting yang meliputi enam proses utama berupa :

Teori keperibadian implisit (implicit personality theory)


Adalah kondisi terjadinya “efek halo” dalam diri manusia yang mempengaruhi proses persepsinya terhadap suatu objek. Manusia jika mempercayai sesorang yang memiliki sejumlah kualitas positif maka ia akan memberi kesimpulan bahwa orang tersebut juga memiliki kualitas positif yang lain pula, begitu juga sebaliknya.

Ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self fullfilling prophecy)


Adalah kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang membuat prakiraan atau merumuskan keyakinan yang menjadi kenyataan karena ia bertindak seakan-akan hal yang diyakininya itu benar-benar terjadi.

Aksentuasi perceptual (perceptual accentuaition)


Adalah proses pandangan subjektivitas tentang kebaikan dan kelebihan dari suatu objek yang disukai daripada objek yang tidak disukai.

Primasi resensi (primacy recency)


Adalah proses penggunaan informasi yang datang lebih dahulu untuk mendapatkan gambaran umum tentang suatu objek dan kemudian menggunakan informasi kedua untuk membuat gambaran lebih spesifik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesan pertama yang tercipta lebih penting daripada tambahan Informasi yang datrang belakangan.

Konsistensi (consistency)


Adalah proses mempertahankan dan  memelihara keseimbangan diantara sikap-sikap yang dipilih. Manusia berharap objek yang disukai memiliki karakteristik yang disukainya begitu juga sebaliknya.

Stereotiping (stereotyping)


Merupakan jalan pintas manusia dalam melakukan persepsi. Manusia akan mempersepsi suatu objek berdasarkan latar belakang objek yang dipersepsi tersebut. Seorang yang tinggal di daerah preman akan dipersepsi memiliki perilaku yang juga seperti preman.


Enam proses di atas selain menentukan penafsiran terhadap stimulus sekaligus juga menjadi faktor penghambat terjadinya keakuratan dalam persepsi seseorang.

PSIKOLOGI KOMUNIKASI INTRAPERSONAL


Konteks ilmu komunikasi memaknai komunikasi interpersonal sebagai proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu atau komunikasi dengan diri sendiri sedangkan secara psikologi komunikasi intrapersonal merupakan pengolahan informasi  yang terjadi dalam diri manusia. Proses tersebut dimulai dari penerimaan informasi, pengolahan, penyimpanan dan menghasilkan kembali.

Terjadinya proses komunikasi intrapersonal umumnya karena seseorang memberi arti pada suatu objek yang sedang diamati. Objek yang diamati tersebut mengalami perkembangan dalam diri manusia yang menghasilkan suatu keluaran (respon).

Unsur-Unsur Komunikasi Intrapersonal.

1. Sensasi (Penginderaan)


Sejak manusia dilahirkan dan berhubungan dengan dunia luar maka saat itu ia menerima rangsangan/stimulus dari luar selain rangsangan dari dalam dirinya. Ia mulai merasa kedinginan, kepanasan, lapar, sakit dan sebagainya. Manusia mengenal dunia luar atau stimulus melalui alat inderanya. Sensasi adalah penerimaan dari segala sesuatu yang menerpa organisme (stimulus/rangsangan) melalui alat indera. Pada sensasi/penginderaan unsur-unsur stimulus belum terurai masih dalam satu kesatuan. (lihat materi kuliah psikologi sosial kuliah ke 2)

    - Syarat-syarat terjadinya sensasi sebagai berikut :
    • Adanya objek yang diamati atau kekuatan stimulus
    • Objek menimbulkan stimulus yang mengenai indera (reseptor) sehingga terjadi sensasi. Untuk bisa diterima oleh indera diperlukan kekuatan stimulus yang disebut sebagai ambang mutlak (absolute threshold).
    • Kepastian alat indera (reseptor)  yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik sebagai penerus kepada pusat otak (kesadaran) untuk menghasilkan respon
    • Pengalaman dan lingkungan budaya. Pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi sensasi.

2. Persepsi / pengamatan (perception)

Persepsi / pengenalan ( psikologi), proses organisme menginterpretasikan dan mengorganisir sensasi untuk menghasilkan suatu pengalaman yang penuh arti. Bila sensasi pada umumnya bersifat segera, relatif  tidak memproses rangsangan yang berhubungan dengan indera mata, telinga, hidung, lidah, atau kulit. Persepsi lebih menguraikan pengalaman seseorang dan secara khas melibatkan  pengolahan lebih lanjut dari masukan yang berhubungan dengan perasaan. Dalam prakteknya, sensasi dan persepsi tidak terpisahkan, sebab mereka menjadi bagian dari satu proses yang berlanjut.

Organ indera manusia menerjemahkan energi fisik dari lingkungan ke dalam gerakan elektrik yang diproses oleh otak. Sebagai contoh, cahaya elektromagnetik yang menyorot mata menyebabkan sel sel yang peka rangsangan dalam mata mengaktipkan dan mengirimkan isyarat kepada otak. Tetapi manusia tidak pernah memahami isyarat ini. Proses dari persepsi menjadikan manusia menginterpretasikan semua object, peristiwa, orang-orang, dan situasi.

Tanpa kemampuan untuk mengorganisir dan menginterpretasikan sensasi, hidup akan kacau dan tidak bermakna. Manusia tidak pernah bertemu dengan apa yang disebut sebagai  warna, bentuk, dan bunyi. Seseorang tanpa memiliki kemampuan perseptual maka tidak akan bisa mengenali wajah, memahami bahasa, atau menghindari ancaman. Orang seperti itu tidak akan survive.

 

Prinsip Organisasi Perseptual

 

Mengorganisir stimuli yang berhubungan dengan perasaan ke dalam pengalaman yang penuh arti akan melibatkan pengamatan, satu set aktivitas mental yang meliputi pemikiran, pengetahuan, dan ingatan. Pengetahuan dan pengalaman adalah penting dalam persepsi, sebab kedua hal tersebut akan membantu organisme memaknai suatu stimulus. Untuk memahami hal  ini coba baca kalimat di bawah ini :

Kita mungkin bisa membaca teks tersebut tetapi tidak dengan mudah seperti ketika membaca tulisan seperti format biasanya. Pengetahuan dan pengalaman yang menuntun manusia untuk memahami teks tersebut. Kita bisa mengucapkan kata yang terbaca oleh karena kita memiliki pengetahuan tentang bentuk huruf dan tulisan. Barangkali kita dapat membaca tulisan di atas karena telah mempunyai beberapa pengalaman yang lebih mendahului di dalam membaca teks bacaan yang kacau-balau, terbalik atau sungsang. Tanpa pengetahuan tentang tata cara tulisan kita akan merasa teks bacaan sebagai bentuk yang tidak berarti, sama seperti orang-orang yang tidak mengetahui tulisan Cina atau  huruf Jepang karena membaca adalah merupakan salah  satu format dari persepsi visual.

 

Proses terjadinya persepsi

 

Ada 3 langkah dalam proses terjadinya persepsi yang dapat digambarkan dalam bentuk sebagai berikut :
Gambar. Proses persepsi

    • Tahap pertama proses persepsi adalah stimulasi alat indera (sensory stimulation) ; merupakan tahapan ketika manusia menyadari adanya stimulus yang mengenai indera. Namun kadang manusia tidak selalu menyadari adanya stimuli yang datang karena indera manusia memiliki pilihan terhadap setiap stimulus yang datang
    • Tahap kedua disebut sebagai stimuli terhadap alat indera diatur : adalah proses organisasi perseptual dalam beberapa prinsip yang meliputi :
      • Hukum kedekatan (proximity)
        Object yang dekat antara satu sama lain, dan semakin nampak sama secara mental akan dikelompokkan dalam satu kesatuan utuh. Ilustrasi di bawah menunjukkan manusia akan cenderung menggolongkan bidang kesatu dengan bidang ke dua dari sebelah kiri sebagai satu pasangan, sementara bidang kedua dan ketiga tidak pasangkan. Mengapa tidak disatukan karena kotak yang kedua dan kotak yang ketiga adalah lebih jauh jaraknya.
      • Hukum Persamaan (similarity)
        Persepsi manusia cenderung untuk menyatukan bagian-bagian bidang visuil yang yang serupa atau sama apakah dalam bentuk warna, tekstur, bentuk, atau bentuk-bentuk lainnya. Pada ilustrasi berikut manusia cenderung melihat warna biru sebagai satu baris daripada melihat bulatan tersebut dalam bentuk baris kolom
      • Hukum Kesinambungan (Continuity)
        Prinsip ini menuntun manusia untuk melihat satu garis  mengarah  dalam bentuk yang teratur dan bukannya suatu bentuk yang tidak teratur.
      • Hukum Pengakhiran  (closure)P
        rinsip ini menunjukkan bahwa manusia cenderung melengkapi/menyempurnakan bentuk  yang tidak sempurna dalam satu kesatuan utuh. Seperti di gambar di bawah, kita secara mental menutupi gap antar garis dan menyimpilkannya sebagai gambaran dari suatu itik. Kecenderungan ini menuntun manusia menerima suatu object  secara utuh dari  bentuk yang tidak sempurna.
      • Hukum kebiasaan umum (common fate).
        Prinsip ini mengarahkan manusia untuk menyatukan sekelompok objek yang bergerak pada ke arah yang sama. Pada ilustrasi di bawah tiga bola  bergerak ke satu arah, dan dua bola  bergerak ke arah sebaliknya. Secara mental manusia akan memeprsepsi semua bola bergerak ke arah yang sama.
      • f.    Hukum Kesederhanaan(simplicity)
        Merupakan prinsip yang menunjukkan manusia secara intuisi menyukai suatu yang bersifat sederhana dan seimbang. Sebagai contoh pada ilustrasi di sebelah kanan, kita bisa mengartikan gambar tersebut dalam beberapa kemungkinan yaitu sebagai tiga cakram yang saling bertumpukan, atau sebagai satu cakram yang diapit dua cakram yang memiliki irisan di sisi sebelah kanan; atau sebagai tiga objek silindris yang berdimensi. 

    • Tahap ke tiga adalah stimulasi alat indera ditafsirkan- dievaluasi
      Merupakan proses subjektivitas dalam diri manusia dalam memaknai suatu stimulus. Pada proses kedua manusia melakukan penafsiran yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan evaluasi terhadap penafsiran tersebut. Proses penafsiran-evaluasi ini dipengaruhi oleh pengalaman, kebutuhan, keinginan, sistem nilai, keyakinan dan emosi pada saat mempersepsi.
Proses yang mempengaruhi persepsi
Persepsi dipengaruhi berbagi proses psikologi penting yang meliputi enam proses utama berupa :
    • Teori keperibadian implisit (implicit personality theory)
      Adalah kondisi terjadinya “efek halo” dalam diri manusia yang mempengaruhi proses persepsinya terhadap suatu objek. Manusia jika mempercayai sesorang yang memiliki sejumlah kualitas positif maka ia akan memberi kesimpulan bahwa orang tersebut juga memiliki kualitas positif yang lain pula, begitu juga sebaliknya.
    • Ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self fullfilling prophecy)
      Adalah kondisi yang terjadi pada diri seseorang yang membuat prakiraan atau merumuskan keyakinan yang menjadi kenyataan karena ia bertindak seakan-akan hal yang diyakininya itu benar-benar terjadi.
    • Aksentuasi perceptual (perceptual accentuaition)
      Adalah proses pandangan subjektivitas tentang kebaikan dan kelebihan dari suatu objek yang disukai daripada objek yang tidak disukai.
    • Primasi resensi (primacy recency)
      Adalah proses penggunaan informasi yang datang lebih dahulu untuk mendapatkan gambaran umum tentang suatu objek dan kemudian menggunakan informasi kedua untuk membuat gambaran lebih spesifik. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesan pertama yang tercipta lebih penting daripada tambahan Informasi yang datrang belakangan.
    • Konsistensi (consistency)
      Adalah proses mempertahankan dan  memelihara keseimbangan diantara sikap-sikap yang dipilih. Manusia berharap objek yang disukai memiliki karakteristik yang disukainya begitu juga sebaliknya.
    • Stereotiping (stereotyping)
      Merupakan jalan pintas manusia dalam melakukan persepsi. Manusia akan mempersepsi suatu objek berdasarkan latar belakang objek yang dipersepsi tersebut. Seorang yang tinggal di daerah preman akan dipersepsi memiliki perilaku yang juga seperti preman.

Enam proses di atas selain menentukan penafsiran terhadap stimulus sekaligus juga menjadi faktor penghambat terjadinya keakuratan dalam persepsi seseorang.

Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lainnya


ketika kita berbicara tentang ilmu politik, maka kita harus berbicara lebih lias daripada sekedar ruang lingkup semata, melebihi dari itu kita harus mempelajari juga hubungan nya dengan ilmu-ilmu lainnya. dengan demikian diharapkan dapat membantu kita memahami atau bahkan mengembangkan wawasan kita mengenai ilmu politik dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari.

1. ilmu politik VS ekonomi

dulu para ahli menganggap ilmu ekonomi dan ilmu politik adalah satu, atau setidaknya beberapa ahli berpendapat bahwa ilmu ekonomi merupakan bagian tau cabang daripada ilmu politik, ini disebabkan karena pada zaman dahulu ilmu ekonomi membahas seputar sumber penghasilan negara.

saat ini ilmu ekonomi lebih mengajarkan masyarakat untuk berusaha, memperoleh dan mengatur kekayaan, tentang keuntungan dan modal dan sebagainya, oleh sebab itu ilmu ekonomi dinyatakan independen dan terpisah dari ilmu politik.

meskipun ilmu ekonomi terpisah dari ilmu politik, bukan berarti ilmu ekonomi tidak mempengaruhi ilmu politik, dalam hal penghasilan dan penyaluran kekayaan, ilmu ekonomi sangat mempengaruhi politik. bahkan berbagai masalah politik disebabkan dan terselesaikan dengan ekonomi (ilmu ekonomi).

---

Diberbagai Negara pemerintahan pengaruh yang terbesar terletak pada pertumbuhan ekonominya. Bertambahnya lapangan ekonomi didalam pemerintahan terjadi tiada henti- hentinya. Pajak, UU bea, Hak milik Negara dan pertolongan Negara terhadap lahan pertanian, industri dan perdagangan semuanya bukanlah salah satu hal dimana pemerintah berkuasa atas penghasilannya.

Kesejahteraan Negara yang baik dan sosialisme telah merombak keadaan fungsi Negara. Negara dewasa ini diartikan atau disangka langsung turut campur dalam bermacam lingkungan, dari aktifitas masyarakat menentukan perintah dalam hal kwalitas distribusi kekayaan dan juga materi barang milik masyarakat.

Tentu saja banyak permasalahan yang timbul dalam pemerintahan modern yang lahir dari dasar ekonomi, tuntutan terhadap lapangan kerja, modal hak milik tanah, ketidakrataan penurunan dan penaikan ekonomi, bahkan pesatnya kemajuan teknologi yang mempengaruh nasionalisasi. Perlu kita ketahui dalam Negara Komunis, Negara mengontrol secara keseluruhan kesatuan kehidupan ekonomi masyarakat.

Golongan dan grup ekonomi disetiap Negara terlaksana terus menerus dimana tertekan dalam administrasi untuk perlindungan dan kekayaan. Demikian pula, penggunaan kondisi ilmu ekonomi memiliki pengaruh besar dalam cita- cita perpolitikan dan institusi, Contohnya: adanya revolusi yang menimbulkan cita- cita kemerdekaan perseorangan, demokrasi, sosialisme dan komunis.


2. Ilmu politik dan etika


Etika adalah ilmu ketertiban dimana pokok masalah moralitas dipelajari. Singkatnya ilmu tatasusila adalah ilmu moralitas. Didalam ilmu ini tertetapkan hukum- hukum moralitas dan menentukan kebiasaan tingkah laku. Ilmu tatasusila juga memaksimalkan setiap tingkah laku manusia baik secara benar atau berhaluan kiri.

Hubungan antara ilmu politik dan Etika adalah nyata atau fact atau jelas. Tidak ada pembahasan dalam ilmu politik pokok persoalan apakah ini benar atau sebaliknya, maka tatasusilalah yang akan memberi jawaban setiap sasaran ataupun tujuan ilmu politik itu sendiri.

Para philosophy politik di abad kuno dan abad pertengahan menyatakan tidak ada perbedaan diantara ilmu politik dan tatasusila, bagi mereka ketertiban keduanya saling berhubungan.

Menurut Plato dan Aristotle negara lahir hanya untuk menghasilkan atau melangkah kepada arah yang lebih baik, sedangkan untuk meraih kebaikan tersebut dibutuhkan iringan nilai moral yang tinggi.

Dilain pihak Mahatma Gandhi Bapak bangsanya India menekankan kedekatan hubungan ilmu politik dan etika, dia mengatakan: politik yang kehilangan agama adalah sebuah perangkap kematian, karena mereka telah membinasakan jiwa. Agama disini diartikan sebagai tatasusila atau moral yang tinggi. Maka jika para philosophy dahulu menyamakan politik dan etika namun sekarang ide tersebut telah berubah, buktinya banyak para pejabat kita yang tidak mempunyai moral seperti apa yang digambarkan oleh philosophy-philosophy terdahulu.


3. Ilmu politik dan sosiologi


Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh seluk beluk yang berhubungan dengan sosial. Banyak aspek yang dipelajari dalam ilmu sosiologi dimana berkait dengan kehidupan sosial, hubungan antar sesama, kekeluargaan, kasta, rumpun, bangsa, agama dan asosiasi kebudayaan, ekonomi dan organisasi politik, dari keseluruhan yang tersebut adalah pernyataan naluri dari khalayak sosial. Dapat diambil pernyataan bahwa masyarakat adalah lebih dahulu dari pada Negara.

Dahulu kala Negara hidup dikalangan masyarakat dengan sendirinya, dimana Negara tersebut berlanjut hingga ratusan ribu tahun dimanapun dan bervariasi pula dalam pertumbuhan dan pengembangannya. Bahkan sampai sekarang ini dimana berbagai bangsa telah menggapai kehidupan bermasyarakat akan tetapi tidak diperkuat oleh lembaga politik. Sosiologi adalah ilmu yang terkait kuat secara keseluruhan akan proses perkembangan kehidupan manusia, dimana jangkauan dan penjamahan ilmu sosilogi lebi luas layak pesatnya pertumbuhan manusia.

Disisi lain jangkauan ilmu politik bersifat terbatas. Ilmu politik bersifat menyusun atau mengatur disiplin atau aturan, dan mengenai secara praktis dengan keistimewaan dari aspek kehidupan sosial atau phenomena politik. Sosiologi juga mempelajari sesuatu yang tidak merupakan phenomena ilmu politik, sedangkan hak yang tidak merupakan phenomena perpolitikan bersifat diluar atau terlalu sulit dijangkau dengan ilmu politik.

4. Ilmu politik dan sejarah

Sejarah adalah riwayat hidup ummat manusia, Sejarah merupakan ilmu yang mempelajari peradaban manusia, Melalui pelajaran ini segala ide- ide, kesuksesan dan peradaban manusia dikupas. Disini pula kita mengetahui kejadian- kejadian dahulu, gerak- gerik dan penyebab dimana memiliki timbal- baliknya pula.

Disejarah juga terdapat pembahasan perkembangan ekonomi, sosial, agama, para cendekiawan, pergerakan artistik, perkembangannya dan juga membahas pertumbuhan dan kemunduran negara, organisasi dan sebab kegagalan mereka.

Ilmu sejarah sangat dekat hubungannya dengan Ilmu politik:

Professor Seely mengatakan: Sejarah tampa ilmu politik laksana pohon tampa buah, sedangkan ilmu politik tampa sejarah bagaikan pohon tampa akar, dapat disimpulkan keduanya sangat berhubungan dekat.

Freeman mengemukakan histori atau sejarah adalah politik masa dahulu, sedangkan politik adalah sejarah dimasa kini.

Beberapa fakta sejarah seperti yang dikatakan oleh Appadorai bahwa terdapat bagian dasar dari ilmu politik, dimana fakta- fakta sejarah memberikan kita materi mentah dari ilmu politik. Maka bagaimanakah kita mengolah mentah tersebut sehingga bermamfaat bagi kita.

Point- point diatas menberikan kita informasi tentang asal- usul barang- barang berharga dari ilmu sejarah, kemajuan dan kemunduran negara disertai segala problema yang terjadi dalam prinsip bernegara. Studi banding dari institusi dan politik yang baik pada masa lalu membantu kita untuk memahami permasalahan dimasa kini.

Tiap- tiap masyarakat sudah pasti menghadapi suatu permasalahan, baik secara langsung dimana berakar dimasa dahulu kala, contohnya: kita memiliki warisan dari nenek moyang kita seperti: kastaisme, perkauman, dan sifat kedaerahan. Mempelajari ilmu sejarah dengan sendirinya akan membawa wawasan kita bahkan menolong kita dalam menyelesaikan fakta dasar dari permasalahan yang ada.

Ilmu politik akan samar bila tidak disertai dengan sejarah, dimana sejarah juga akan terlihat pincang bila tidak diiringi dengan ilmu politik. Kedua ilmu tersebut memiliki suatu keterkaitan yang tidak mungkin dipisahkan. Lebih jelasnya setiap sejarah pasti diiringi dengan sang hero atau nama- nama pemikir terdahulu, dimana ilmu politik mengupas segala bidang perkembangan suatu negara, dimana hal ini dikategorikan sebagai sejarah.


5. Ilmu politik dan psychology


Psikologi adalah ilmu sifat, dimana fungsi- fungsi dan phenomena pikiran manusia dipelajari. Setiap tindak- tanduk dan aktifitas masyarakat dipengaruhi oleh akal individu. Sedangkan ilmu politik mempelajari aspek tingkah laku masyarakat umum. Maka sampai saat itu pula, ilmu politik berhubungan sangat dekat dengan Psikologi.

Jika tindak- tinduk politik bisa diketahui dengan sepantasnya, maka akarnya terdapat dalam psikologi dalam pelaksanaan untuk menemukan hasil yang jelas.

Para pakar politik sampai saat itu juga mencoba untuk mempelajari tindak- tanduk politik dalam istilah ilmu psikologi.

Para tokoh terkemuka yang melaksanakan hal diatas adalah: Bagehot, Graham Wallas, MacDougall, Durkheim, Leo Bon, Harold Lassevell, dan George Catlin.

Menurut pengamatan Barker: penggunaan psikologis menunjukkan teka- teki dari aktifitas manusia dimana telah menjadi kebiasaan sekarang. Jika gagasan nenek moyang kita bersifat ilmu hayat atau biologis, maka kita berpikir secara ilmu jiwa.

Para sarjana yang berpikir secara ilmu jiwa menyatakan bahwa negara dan lembaga politik lainnya merupakan produksi dari pada pemikiran manusia. Jadi lembaga politik dan system diberbagai negara akan sukses dengan iringan keselarasan mental masyarakat didalam negara.

‘’Pemerintahan yang stabil akan menjadi sangat terkenal.’’

Menurut Garner: musti tergambar dan ditekan dari ideal mental serta moral sentiment dari mereka, dimana merupakan tombak dalam kekuasaan, singkatnya, semua itu musti terdapat dalam keselarasan dengan mental konstitusi dari bangsa.

Psikologi mengajarkan kita tentang sifat dasar manusia dan ini tidaklah sama disegala penjuru dunia, setiap komunitas memiliki mental dandanan sendiri. Setiap komunitas memiliki kegeniusan dan keistimewaan pandangan terhadap kehidupan. Beberapa komunitas mempunyai kesadaran yang tinggi untuk membangun politik yang baik, dimana sebagian masyarakat sebaliknya.

Alasan inilah yang menjawab kenapa tipe keistimewaan dari lembaga politik bisa berjalan sukses dibeberapa negara dan gagal pula terjadi disebagian negara.


PENUTUP


Ilmu politik bukanlah ilmu yang bisa berdiri sendiri tampa didampingi oleh disiplin ilmu lainnya. Secara praktis keilmuan politik bisa dipisahkan namun dalam kontek pelaksanaan ilmu politik harus mengadopsi ilmu – ilmu yang berhubungan langsung. Dengan adanya kombinasi ilmu pengetahuan tersebut maka politkus akan menjadi orang yang bertanggung jawab dan sungguh – sungguh dalam menjalankan amanah rakyatnya, karna secara estimologi ilmu politik lebih mengarah kepada mayoritas bukan minoritas apalagi individu.

Sumber Bacaan:

1. R. C. Agarwal ( 2008 ) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi.
2. S. N Dubey ( 2007 ) Political Science Theory. Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
3. Carlton Clymer Rodee, Thomas H. Greene ( 2006 ) Pengantar Ilmu politik. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
4. K. K Mishra ( 2005) Political Theory. S. Chand & company Ltd, Ram Nagar, New Delhi
5. A.C Kapur ( 2006 ) Principles Of Political Science. . Lakshmi Narain Agarwal, sanjay Place – Agra.
6. Budiarjo, Miriam. 2004. “Dasar-Dasar Ilmu Politik”. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.


http://tasarkarsum.blogspot.com/2011/09/pertemuan-ke-ii-hubungan-ilmu-politik.html

Top