Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

MANAJEMEN PERIKLANAN


Komunikasi sudah merupakan hal yang umum untuk kita bahas. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan atau informasi. Atau dengan kata lain komunikasi suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku. Sedangkan kata pemasaran sudah sangat dikenal dan sering didengar orang. Pengertian pemasaran yang paling poluler adalah penjualan. Pengertian lain megenai pemasaran adalah segala kegiatan yang terkait denga iklan atau penjualan secara eceran. Bagi sebagian orang pemasaran mencakup sejumblah kegiatan seperti riset pemasaran, penentuan harga, atau perencanaan produk. Namun begitu, pemasaran bukanlah semata-mata kegiatan seperti menjual dan mempromosikan sesuatu. Pemasaran adalah suatu konsep yang menyangkut suatu sikap mental, suatu cara berpikir yang membimbing anda melakukan sesuatu yang tidak selalu menjual benda tetapi juga menjual gagasan-gagasan, karier, tempat (pariwisata, rumah, lokasi industri), jasa (pengangkutan, penerbangan, pemotongan rambut, kesehatan), hiburan (pertunjukan, pertandingan-pertandingan) dan kegiatan-kegiatan nirbala seperti yaysan-yayasan sosial dan keagamaan.

Dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran merupakan aplikasi komunikasi yang ditujukan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Komunikasi pemasaran juga dapat diartikan sebagai proses penyampaian pesan kepada konsumen tentang sebuah produk dengan harapan adanya perubahan.

Pengelola pemasaran pada masa lalu membuat batasan secara tegas antara fungsi pemasaran dan promosi. Mereka merencanakan dan mengelola kegiatan pemasaran dan promosi dengan anggaran yang terpisah. Pada 1980-an, berbagai perusahaan di negara-negara maju, khusunya Amerika Serikat, mulai menyadari perlunya upaya untuk mengintegrasikan seluruh instrumen promosi yang dimiliki untuk meningkatkan penjualan. Perusahaan-perusahaan mulai bergerak menuju proses yang disebut dengan komunikasi pemasaran terpadu atau integrated marketing communications (IMC), yang mencakup upaya koordinasi dari berbagai elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya. Asosiasi biro iklan Amerika berhasil menyusun defenisi komunikasi pemasaran terpadu yang menjadi salah satu defenisi pertama di bidang ini, yaitu: suatu konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang mengakui nilai tambah dari suatu rencana komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai disiplin komunikasi, misalnya iklan umum, respon langsung, promosi penjualan dan hubungan masyarakat dan menggabungkan berbagai disiplin tersebut guna memberikan kejelasan, konsistensi, serta dampak komunikasi yang maksimal. Komunikasi pemasaran terpadu juga merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen.

Pengertian Periklanan


Periklanan (advertising) adalah suatu proses komunikasi massa yang melibatkan sponsor tertentu, yakni si pemasang iklan (pengiklan), yang membayar jasasebuah media massa atas penyiaran iklannya, misalnya melalui program siaran televisi. Adapun iklannya itu sendiri biasanya dibuat atas pesanan si pemasang iklan itu, oleh sebuah agen atau biro iklan, atau bisa saja oleh bagian Humas (publik relation) lembaga pemasang iklan itu sendiri. Periklanan juga dapat dianggap sebagai sebuah institusi sosial, sebab banyak lembaga kemasyarakatan yang terlibat di dalam proses pembuatan dan penyajian iklannya.

Iklan atau advertising juga dapat didefenisikan sebagai “any paid form of nonpersonal communication about an organization, product, service, or idea by an identified sponsor” (setiap bentuk komunikasi nonpersonal mengenai suatu organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui). Adapun maksud ‘dibayar’ pada defenisi tersebut menunjukkan fakta bahwa ruang atau waktu bagi suatu pesan iklan pada umumnya harus dibeli. Maksud kata ‘nonpersonal’ berarti suatu iklan melibatkan media massa (TV, radio, majalah, koran) yang dapat mengirimkan pesan kepada sejumblah besar kelompok individu, pada saat bersamaan. Dengan demikian sifat nonpersonal iklan berarti pada umumnya tidak tersedia kesempatan untuk mendapatkan umpan balik yang segera dari penerima pesan (kecuali dalam hal direct response advertising). Karena itu, sebelum pesan iklan dikirimkan, pemasang iklan harus betul-betul mempertimbangkan bagaimana audiens akan menginterpretasikan dan memberikan respons terhadap pesan iklan dimaksud. Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling banyak dibahas orang, hal ini kemungkinan karena daya jangkauannya yang luas. Iklan juga menjadi instrumen promosi yang sangat penting, khususnya bagi perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang ditujukan kepada masyarakat luas. Belanja iklan di Indonesia pada 2005 tercatat sekitar Rp 23 triliun rupiah.televisi mendominasi 70 persen (Rp 16 triliun) dari nilai belanja iklan tersebut, surat kabar Rp 6 triliun, majalah dan tabloid sekitar Rp 1 triliun. Apa alasan perusahaan atau pemasang iklan memilih iklan di media massa untuk mempromosikan barang atau jasanya? Terdapat sejumlah alasan untuk ini. Pertama, iklan di media massa dinilai efisien dari segi biaya untuk mencapai audiensi dalam jumlah besar. Iklan di media massa dapat digunakan untuk menciptakan citra merek dan daya tarik sombolis bagi suatu perusahaan atau merek. Hal ini menjadi sangat penting khusunya bagi produk yang sulit dibedakan dari segi kualitas maupun fungsinya dengan produk yang sulit dibedakan dari segi kualitas maupun fungsinya dengan produk saingannya. Pemasang iklan harus dapat memanfaatkan iklan di media massa untuk memosisikan produknya dimata konsumen.

Keuntungan lain dari iklan melalui media massa adalah kemampuannya menarik perhatian konsumen terutama produk yang iklannya populer atau sangat dikenal masyarakat. Hal ini tentu saja pada akhirnya akan meningkatkan penjualan. Misalnya, perusahaan Batu Baterai Eveready menggunakan maskot boneka kelinci yang selalu muncul pada setiap iklan produk tersebut di media massa, khususnya televisi, sebagai identifikasi merek. Konsumen yang sudah sangat mengenal boneka kelinci melalui media massa akan langsung mengetahui keberadaan merek batu baterai tersebut  melalui display atau pajangan boneka kelinci yang diletakkan di rak-rak di toko atau supermarket dimana produk tersebut dijual. Keberadaan maskot boneka kelinci itu akan meneruskan efek iklan produk bersangkutan di lokasi dimana produk bersangkutan dijual.

Sifat dan tujuan iklan berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, antara satu jenis industri dengan industri lainnya, dan antara satu situasi dengan situasi lainnya. Demikian juga, konsumen yang menjadi target suatu iklan juga berbeda antara satu jenis produk dengan produk lainnya. Suatu perusahaan beriklan dengan tujuan untuk mendapatkan respon atau aksi segera melalui iklan media massa. Perusahaan lain mungkin bertujuan untuk lebih mengembangkan kesadaran atau ingin membentuk suatu citra positif dalam jangka panjang bagi barang atau jasa yang dihasilkannya.

Jenis-jenis Iklan


Pengelola pemasaran suatu perusahaan beriklan dalam berbagai tingkatan atau level. Misalnya, iklan level nasional atau lokal/retail dengan target yaitu masyarakat konsumen secara umum, atau iklan untuk level industri atau disebut juga dengan business-to-business advertising atau professional advertising dan trade advertising yang ditujukan untuk konsumen industri, perusahaan, atau professional. Untuk lebih jelasnya, tipe atau jenis iklan dapat diuraikan sebagai berikut:

·Iklan Nasional


Pemasang iklan adalah perusahaan besar dengan produk yang tersebar secara nasional atau di sebagian besar wilayah suatu negara. Sebagian besar iklan nasional pada umumnya muncul pada jam tayang utama (prime time) di televisi yang memiliki jaringan siaran secara nasional dan juga pada berbagai media besar nasional serta media-media lainnya. Tujuan dari pemasangan iklan berskala nasional ini adalah untuk menginformasikan atau mengingatkan konsumen kepada perusahaan atau merek yang diiklankan beserta berbagai fitur atau kelengkapan yang dimiliki dan juga keuntungan, manfaat, kegunaan, serta menciptakan dan memperkuat citra produk bersangkutan sehingga konsumen akan cenderung membeli produk yang diiklankan itu.

·Iklan Lokal


Pemasangan iklan adalah perusahaan pengencer atau perusahaan dagang tingkat lokal, iklan lokal bertujuan untuk mendorong konsumen berbelanja pada toko-toko tertentu atau menggunakan jasa lokal atau mengunjungi suatu tempat atau institusi tertentu. Iklan lokal cenderung untuk menekankan pada insentif tertentu, misalnya, harga yang lebih murah, operasi yang lebih lama, pelayanan khusus, suasana yang berbeda, gengsi atau aneka jenis bentuk aksi langsung. Promosi yang dilakukan iklan lokal sering dalam bentuk aksi langsung (direct action advertising) yang dirancang untuk memperoleh penjualan secara capat.

·Iklan Primer dan Selektif


Iklan primer atau disebut juga dengan primary demand advertising dirancang untuk mendorong permintaan terhadap suatu jenis produk tertentu atau keseluruhan industri. Pemasangan iklan akan lebih fokus menggunakan iklan primer apabila, misalnya, merek produk jasa yang dihasilkannya setelah mendominasi pasar dan akan mendapatkan keuntungan paling besar jika permintaan terhadap jenis produk bersangkutan secara umum meningkat. Asosiasi perusahaan di bidang industri dan perdagangan kerap melakukkan kampanye melalui iklan primer untuk mendorong peningkatan penjualan produk yang dihasilkan anggota asosiasi, misalnya, asosiasi produsen susu berkampanye melalui iklan primer untuk meningkatan minat masyarakat untuk minum susu. Perusahaan memegang merek produk tertentu terkadang menggunakan iklan primer sebagai bagian dari strategi promosi untuk membantu satu produk, khususnya jika produk itu masih baru dan manfaatnya masih belum banyak diketahui masyarakat. Dengan demikian, iklan semacam ini bertujuan menjelaskan konsep dan manfaat suatu produk secara umum namun sekaligus mempromosikan merek pruduk bersangkutan.

IKLAN BISNIS DAN PROFESIONAL

·

Iklan Antar Bisnis


Iklan antar bisnis atau business to business adalah iklan dengan target kepada satu atau beberapa individu yang berperan mempengaruhi pemebelian barang atau jasa industri untuk kepentingan perusahaan dimana para individu itu bekerja. Barang-barang industri adalah produk yang akan menjadi bagian dari produk lain (misalnya, bahan mentah atau komponen), atau produk yang digunakan untuk membantu suatu perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya (peralatan kantor, komputer, dan lain-lain). Jasa pelayanan bisnis, seperti asuransi, jasa biro perjalana, dan pelayanan kesehatan masuk dalam kategori ini.

·Iklan Profesional


Iklan profesional atai professional advertising adalah iklan dengan target pada pekerja profesional seperti dokter, pengacara, dokter gigi, ahli teknik dan sebagainya dengan tujuan untuk mendorong mereka menggunakan produk perusahaan dalam bidang pekerjaan mereka. Iklan semacam ini juga digunakan untuk mendorong para profesional untuk merekomendasikan penggunaan produk tertentu pada para konsumen.

·Iklan Perdagangan


Iklan dengan target pada anggota yang mengelola saluran pemasaran (marketting channel) seperti perdagangan besar distributor para pengencer. Pertujuan iklan semacam ini adalah untuk mendorong para anggota sluran untuk memiliki, mempromosikan, serta menjual kembali merek produk tertentu kepada pelanggannya.

Iklan Media Penyiaran 

Dewasa ini media penyiaran yang terdiri dari televisi dan radio telah menjadi media yang sangat penting dan dominan bagi pemasangan iklan. Televisi memiliki posisi penting bagi pemasar karena media ini menyajikan banyak program populer yang disukai banyak orang. Audiensi dapat menghabiskan waktu beberapa jam dalam sehari untuk menonton televisi. Media ini juga menjadi sumber informasi dan hiburan utama masyarakat. Pada jam tayang utama (prime time) antara jam 19-22 malam, televisi mampu menarik puluhan juta penonton; jumblah yang tidak dapat ditandingi media manapun. Jumlah audiensi menjadi faktor sangat penting bagi pengelola stasiun penyiaran karena jumlah audiensi itulah yang dijual kepada pemasang iklan yang ingin menjangkau mereka melalui pesan iklan yang disiarakan.

Selain televisi, radio juga menjadi media yang penting. Radio telah menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Banyak orang bergantung pada radio untuk mendapat informasi dan hiburan khusunya mereka yang sedang berkendara di jalan raya. Bagi kebanyakan orang, radio telah menjadi sahabat setia yang menemani mereka tidak saja dimobil tetapi juga dirumah dan bahkan ditempat kerja. Sebagaimana televisi, para pendengar radio adalah khalayak yanng penting bagi pemasar.

Pemasang iklan harus selalu mempertimbangkan media penyiaran yang paling tepat untuk mempromosikan suatu produk (barang dan jasa) ketika pemasang iklan berencana menawarkan sejumblah dana untuk iklan, maka pertanyaan pertama yang muncul dibenak adalah media penyiaran apa yang paling cocok dengan produk dimaksud. Masing-masing media pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Para perencana media harus mengetahui kelebihan atau kekuatan dan kelemahan atau kekurangan siaran iklan, agar dapat menyusun strategi penjualannya dengan baik. Televisi memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan jenis media lainnya yang mencakup daya jangkau luas, selektivitas dan fleksibilitas, fokus perhatian, kreativitas dan efek, prestise, serta waktu tertentu. Adapun kelemahan iklan televisi yaitu biaya mahal, informasi terbatas, selektivitas terbatas, penghindaran, dan tempat terbatas. Sedangkan kekuatan iklan radio yaitu biaya ikklan yang murah dan efisien, sifat selektif (selektivitas), fleksibel, mendukung iklan TV (mental imagery), dan peluang pemasaran terpadu. Terdapat sejumlah faktor yang menjadi kelemahan radio sebagai media untuk beriklan yang mencakup: kreativitas terbatas, fragmentasi, perhatian terbatas, riset terbatas dan persaingan.

Pemasang iklan yang membeli waktu siaran untuk menayangkan iklan sebenarnya pemasangan iklan mencoba menarik perhatian audiensi yang tengah mengikuti program siaran dimana iklan ditayangkan. Strategi siaran iklan terbagi dua yaitu jumlah audiensi dan susunan audiensi.

Partisipasi Pemasang Iklan


·         Sponsor Tunggal

Dalam kesepakatan sponsor penuh ini satu pemasang iklan membayar untuk keseluruhan program siaran (a single advertiser paid for an entire program, Willis Aldridged-1992). Dengan demikian hanya iklan pihak sponsor saja yang ditanyakan dalam program bersangkutan.

·         Sponsor Bersama

Dalam kesepakatan sponsor bersama ini beberapa pemasang iklan secara patungan atau bersama-sama menjadi sponsor suatu program siaran dengan membagi waktu iklan menjadi beberapa bagian. Mekanisme ini disebut juga dengan air time sharing.

·         Iklan Partisipasi

Kesepakatan dalam bentuk partisipasi (participating advertising) mengatur sejumlah pemasangan iklan untuk menayangkan iklannya pada suatu program siaran. Praktik ini yang paling sering dilakukan pada stasiun penyiaran televisi dan radio. Dengan demikian, sejumlah pemasangan iklan bersama-sama menjadi sponsor dari suatu program siaran. Iklan-iklan muncul secara bergantian pada saat jeda iklan (commersials break).

·         Iklan Kerjasama

Jika perusahaan manufaktur yang memproduksi suatu produk bekerjasama dengan perusahaan yang memiliki jaringan pemasaran (misalnya, perusahaan pemilik jaringan supermarket atau department store) untuk bersama-sama menanggung biaya bagi penayangan iklan produk yang dihasilkan perusahaan manufaktur maka kerjasama itu disebut iklan kerjasama dan cooperative advertising.

·         Barter

Jika suatu perusahaan konstruksi suatu bangunan menyediakan material bahan bangunan dan juga menanggung seluruh biaya pembangunan suatu studio baru memiliki suatu stasiun televisi dan berbagai imbalannya stasiun televisi memberikan kesempatan perusahaan konstruksi itu untuk beriklan secara gratis, maka kesepakatan ini disebut dengan barter.

·         Berdasarkan Penjualan

Dalam kesepakatan berdasarkan penjualan atau disebut juga dengan istilah pay per inquairy ini pemasangan iklan membayar pemasang biaya iklan kepada stasiun penyiaran berdasarkan presentasi dari jumlah barang yang terjual.

Beberapa bentuk kesepakatan waktu penayangan iklan yaitu waktu tetap, waktu tertentu, preemptibility, paket iklan, kesepakatan pertama, kesepakatan khusus. Terdapat tiga metode pengumpulan data yang digunakan untuk menentukan rating program siaran yaitu masing-masing menggunakan catatan (diary), menggunakan alat pamantau (people meter), telephone coincidental method, telephone racell, dan wawancara langsung.

Iklan Media Cetak


Majalah dan surat kabar telah menjadi media untuk beriklan selama lebih dari dua abad. Seiring dengan pertumbuhan media penyiaran, khusunya televisi, kebiasaan membaca media cetak menurun. Konsumen kemudian beralih kemedia televisi yang menjadi sumber utama tidak saja untuk mendapat hiburan tetapi juga berita dan informasi. Walaupun dewasa ini televisi memegang peran dominan dalam dunia periklanan, namun surat kabar dan majalah tetap memiliki peran penting bagi pembaca dan pemasang iklan. Kedua media tersebut mampou memenuhi kebutuhan pembacanya dalam banyak hal. Dalam perencanaan media (media plan), majalah dan surat kabar memiliki posisi yan berbeda dibandingkan dengan media penyiaran. Hal ini disebabkan kedua media cetak tersebut memungkinkan pemasangan iklan untuk menyajikan informasi secara lebih detail atau rinci yang dapat dioalah menurut tingkat kecepatan pemahaman pembacanya. Media cetak tidak memiliki sifat yang terlalu intrusif, dalam arti terlalu masuk dlam kehidupan audiensinya, sebagimana televisi. Media cetak membutuhkan upaya dari pihak pembaca agar iklan yang disjaikan mampu memberikan efek. Untuk alasan inilah, surat kabar dan majalah disebut juga dengan ‘media dengan keterlibatan tinggi’ (high involvement media).

Adapun keunggulan majalah yaitu selektifitas, kualitas reproduksi, kreativitas fleksibel, permanen, prestise, penerimaan dan lingkungan konsumen, pelayanan. Kelemahan majalah yaitu biaya jangkauan dan frekuensi terbatas, pemasangan iklan lama, halaman iklan dan tingkat persaingan, sirkulasi majalah, sirkulasi, verifikasi sirkulasi, potensi pembaca. Keunggulan iklan surat kabar yaitu jangkauan ekstensif, fleksibilitas, seleksi geografis, penerimaan pembaca pelayanan. Kelemahan surat kabar yaitu, kualitas produksi, waktu hidup singkat, pilihan terbatas, persaingan.

Perusahaan Periklanan


Mereka yang terlibat dalam proses pemasaran sangat penting untuk memahami seluk-beluk industri periklanan dan pihak-pihak yang terlibat didalamnya. Bisnis periklanan dan promosi terus berubah karena para pemasar terus mencari cara yang lebih baik untuk berkomunikasi dengan konsumennya. Perubahan ini berpengaruh pada cara, bagaimana pemasar mengelola komunikasi pemasaran dan juga hubungan mereka dengan perusahaan iklan serta perusahaan komunikasi pemasaran lainnya yang sering disebut dengan “organisasi komunikasi pemasaran khusus” atau SMCO (specialized marketing communication organization), seperti perusahaan atau konsultan humas, pemasaran langsung, promosi penjualan, dan perusahaan komunikasi interaktif (Internet).

Pada umunya, perusahaan memercayakan pengelolaan iklannya mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kepada suatu perusahaan iklan eksternal. Dewasa ini perusahaan iklan ternyata tidak hanya mengurusi iklan media massa. Banyak perusahaan iklan besar juga menyediakan jasa komunikasi pemasaran terpadu termasuk hubungan masyarakat (humas), promosi penjualan, serta pemasaran langsung. Para pihak yang terlibat dalam proses komunikasi pemasaran terpadu adalah pemasang iklan atau klien, perusahaan iklan, organisasi media, perusahaan komunikasi pemasaran khusus, serta jasa kolateral.

Peserta IMC


Para peserta yang terlibat dalam proses komunikasi pemasaran terpadu (IMC) dapat dibagi kedalam lima organisasi utama yang masing-masing organisasi memiliki peran khusus dalam proses periklanan dan promosi, yaitu:

1.      Pemasang iklan atau klien


Pemasang iklan atau klien adalah pihak paling penting dalam proses periklanan dan promosi. Pemasang iklan adalah pemilik produk (barang dan/ atau jasa) yang akan dipasarkan dan juga penyedia dana yang akan digunakan untuk iklan dan promosi. Pemasang iklan juga bertanggung jawab untuk merencanakan program pemasaran dan membuat keputusan mengenai program periklanan dan promosi yang kan dilakukan. Klien dapat saja melakukan sendiri seluruh kegiatan tersebut melalui departemen periklanan internal yang sudah ada atau membentuk suatu unit atau departemen iklan internal (in-house agency).

2.      Perusahaan atau biro iklan


Banyak perusahaan yang lebih suka menggunakan jasa perusahaan iklan eksternal, yaitu perusahaan luar yang khusus bekerja untuk menciptakan, memproduksi dan/atau menempatkan pesan komunikasi pemasaran.Perusahaan iklan terkadang juga memberikan jasa-jasa lain dalam membentuk kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan klien.

Penggunaan kata perusahaan iklan menunjukkan atau menekankan suatu perusahaan yang sama sekali terpisah dari perusahaan klien, sementara biro atau agen iklan dapat menjadi salah satu bagian internal perusahaan klien. Di Indonesia, istilah perusahaan iklan merupakan istilah resmi karena istilah biro iklan seringkali dipahami orang awam sebagai pembuat kartu nama, spanduk, stempel, atau logo yang sering beroperasi dipinggir jalan.

3.      Perusahaan media massa


Organisasi atau perusahaan media adalah peserta penting lain dalam proses periklanan dan promosi. Fungsi utama sebagian besar organisasi media adalah menyediakan informasi atau hiburan kepada audiensi mereka, namun dalam perspektif perencanaan promosi, tujuan digunakannya suatu media adalah to provide an environment for the firm’s marketing communication message (menyediakan suatu lingkungan bagi pesan komunikasi pemasaran perusahaan).Perusahaan media harus menyediakan materi berita (editorial) atau program yang dapat menarik konsumen sehingga pemasang iklan dan biro iklannya juga tertarik untuk membeli waktu atau ruang (space) iklan yang disediakan perusahaan media. Dengan demikian, tujuan utama media adalah to sell itself as a way for companies to reach their target markets with their message effectively (menjual dirinya sebagai jalan bagi perusahaan untuk mencapai pasar sasaran dengan pesan mereka secara efektif).

4.      Organisasi komunikasi pemasaran khusus atau SMCO


Kelompok organisasi berikutnya yang menjadi peserta dalam proses promosi adalah perusahaan spesialis dibidang komunikasi pemasarn yang menyediakan jasa khusus menurut keahlian masing-masing yang terdiri atas : perusahaan pemasaran langsung yang memiliki keahlian merencanakan dan melaksanakan program pemasaran langsung (direct marketing); perusahaan promosi penjualan (sales promotion)yang memiliki spesialisasi dalam merencanakan dan program promosi, seperti undian berhadiah, kompetisi atau kontes, pemberian sampel produk, penawaran produk premium, dan sebagainya; perusahaan promosi interaktif yang bertugas merencanakan dan mengembangkan web site perusahaan di internet dan membantu pemasar melakukan promosi interaktif dengn konsumen melalui internet.

5.      Jasa kolateral (collateral services)


Jasa kolateral merupakan fungsi pendukung yang digunakan oleh pemasang iklan, perusahaan iklan, organisasi media dan perusahaan spesialis komunikasi pemasaran.Jasa kolateral berdiri dari para individu atau perusahaan yang melaksanakan fungsi khusus yang digunakan keempat peserta lainnya dalam merencanakan dan melaksanakan periklanan dan fungsi promosi lainnya.

Sistem Terpusat


Manajer periklanan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan promosi kecuali penjualan.Pada kebanyakan system terpusat ini, manajer periklanan bertanggung jawab mengawasi seluruh kegiatan promosi termasuk penentuan anggaran, mengoordinasikan staf kreatif dan staf produksi iklan, merencanakan penempatan iklan di media (media schedules), dan mengawasi serta mengelola program promosi penjualan bagi seluruh barang dan jasa perusahaan.

Tugas dan tanggung jawab manajer periklanan mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.      Perencanaan dan Anggaran


Departemen periklanan bertanggung jawab melaksanakan rencana iklan dan promosi yang telah disetujui manajemen dan merekomendasikan program promosi berdasarkan rencana pemasaran.

2.      Administrasi dan Pelaksanaan


Manajer periklanan bertanggung jawab mengelola departemen periklanan dan mengawasi segala kegiatan.Manajer periklanan juga mengawasi pelaksanaan rencana yang dilakukan bawahannya atau perusahaan iklan luar. Hal ini memerlukan kerja sama dengan bagian lainnya pada perusahaan, seperti bagian produksi, media, promosi penjualan dan sebagainya. Departemen periklanan akan terbebas dari sebagian besar tanggung jawab pelaksaan ini, jika perusahaan menggunakan jasa perusahaan periklanan luar; namun demikian departemen periklanan masih harus mempelajari dan menyetujui rencana yang diusulkan perusahaan periklanan.

3.      Koordinasi Departemen lainnya.


Manajer periklanan mengoordinasikan kegiatan departemen periklanan dengan departemen atau bagian lainnya pada perusahaan, khususnya bagian yang terlibat dalam pemasaran.Misalnya, departemen periklanan harus berkomunikasi dengan bagian riset pemasaran atau penjualan untuk memutuskan manfaat atau feature produk yang penting bagi konsumen yang harus ditekankan dalam komunikasi perusahaan. Bagian riset juga dapat memberikan profil atau karakteristik pengguna produk dan mereka yang bukan pengguna yang akan membantu departemen media perusahaan dalam menentukan pilihan media massa yang akan digunakan. Departemen periklanan juga bertanggung jawab mempersiapkan materi dan bahan yang dapat digunakan tenaga penjualan dalam menarik pelanggan seperti instrument promosi penjualan, bahan atau materi iklan atau pajangan (display) dilokasi penjualan.

4.      Koordinasi Perusahaan Iklan


Banyak perusahaan yang telah memiliki departemen periklanan sendiri namun masih tetap menggunakan jasa perusahaan liar. Misalnya, perusahaan dapat merencanakan sendiri program periklanannya namun menggunakan jasa perusahaan lain untuk menempatkan iklan di media massa atau untuk memproduksi brosur atau display. Departemen periklanan bertindak sebagai penghubung antara perusahaan dan perusahaan penyedia jasa eksternal.Departemen periklanan berperan dalam menentukan perusahaan penyedia jasa eksternal mana yang dapat ditunjuk untuk digunakan jasanya. Jika keputusan untuk menggunakan jasa pihak luar sudah dibuat, maka manajer departemen periklanan harus bekerja sama dengan manajer pemasaran lainnya untuk mengoordinasikan  usaha dan mengevaluasi hasil kerja perusahaan luar itu.

Biro Iklan Internal


 Alasan utama perusahaan mendirikan biro iklan internal adalah untuk mengurangi biaya iklan yang harus dikeluarkan perusahaan.Perusahaan yang telah memiliki biro iklan internal tidak perlu lagi membayar jasa biro atau perusahaan iklan eksternal dalam mencari dan menentukan media yang sesuai dan menempatkan iklan perusahaan diberbagai media.Dengan memiliki biro iklan internal, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk komisi dapat dialihkan kepada unit yang menjadi bagian perusahaan sendiri.

 Selain itu biro iklan internal dapat pula melakukan pekerjaan lain seperti merancang kemasan produk (package design), menyediakan materi promosi untuk tenaga penjualan, melakukan presentasi penjualan, dan kegiatan hubungan masyarakat (humas) dengan biaya lebih murah dibandingkan menggunakan jasa perusahaan luar.Suatu penelitian menunjukkan bahwa perusahaan cenderung menggunakan biro iklan eksternal hanya untuk menangani aspek kreatif dan jasa media dari suatu iklan, dan lebih memilih biro iklan internal untuk menangani hal-hal lainnya.

 Penghematan anggaran bukanlah satu-satunya alasan bagi perusahaan untuk mendirikan biro iklan internal.Alasan lainnya adalah untuk menghemat waktu atau adanya pengalaman pengalaman buruk masa lalu dengan perusahaan iklan eksternal.Semakin meningkatnya pengetahuan, keahlian, dan pengalaman karyawan perusahaan dalam bidang periklanan dan promosi yang belajar dari pengalaman masa lalu juga menjadi alasan mendirikan biro iklan internal.Perusahaan terkadang menggunakan biro iklan internal semata-mata karena mereka percaya mereka dapat melakukan pekerjaan lebih baik daripada biro iklan eksternal. Dengan memiliki biro iklan internal, perusahaan dapat melakukan control yang lebih ketat dalam proses pelaksanaan pekerjaan periklanan dan dapat mengoordinasikan kegiatan promosi secara lebih mudah dengan seluruh program pemasaran perusahaan.

 Namun banyak perusahaan yang lebih percaya menggunakan biro atau perusahaan iklan eksternal karena dinilai lebih baik.Perusahaan iklan eksternal biasanya memiliki lebih banyak tenaga ahli bidang periklanan dan juga memiliki staf kreatif terbaik sehingga menggunakan perusahaan iklan eksternal dipandang dapat memberikan perspektif lebih luas dalam menangani berbagai masalah periklanan perusahaan dan juga memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi. Staf biro iklan internal dinilai cepat jenuh, mudah kehilangan kreativitas, dan gampang kehilangan ide segar karena harus menangani produk yang sama terus-menerus. Dengan menggunakan jasa berbagai perusahaan iklan yang berbeda berarti tersedia banyak tenaga kreatif dengan berbagai latar belakang berbeda yang akan menghasilkan ide atau gagasan yang bermacam-macam. Menggunakan perusahaan iklan luar juga menawarkan fleksibilitas dalam arti kontrak pekerjaan dapat dihentikan segera jika pekerjaan perusahaan iklan itu tidak memuaskan sedangkan penggantian biro iklan internal akan lebih lambat dan cenderung menimbulkan masalah yang lebih besar.


System Upah, Biaya, dan Insentif


 Dewasa ini banyak perusahaan iklan dan kliennya mengembangkan metode yang dinilai lebih baik dalam hal pemberian kompensasi oleh pihak klien kepada perusahaan iklan.Pengembangan metode kompensasi baru ini didasarkan atas pertimbangan bahwa metode lama yang berdasarkan system komisi dianggap tidak memerlakukan para pihak secara adil. Metode kompensasi yang dikembangkan mencakup berbagai tipe pembayaran berdasarkan “system upah” (free arrangement) atau “biaya dengan persetujuan” (cost-plus agreement). Metode lain adalah memberikan “kompensasi berdasarkan insentif” (incentive based compensation) yang merupakan kombinasi dari system komisi dan upah.

IKLAN  INTERNET


Dalam sejarah teknologi komunikasi tidak ada media yang mampu menandingi internet dalam hal pertumbuhan jumlah penggunaannya. Di Negara maju, internet mengalahkan seluruh media sebagai referensi untuk mendapatkan informasi. Televisi merupakan referensi utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Sebelum kita membahas lebih jauh lagi mengenai peran internet dalam mendukung promosi dan pemasaran, maka sebaiknya kita perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai beberapa pengertian.

Internet dapat didefenisikan sebagai : a worldwide means of exchanging information and communicating through a series of interconnected computers (suatu metode yang mendunia untuk saling tukar menukar informasi dan berkomunikasi melalui komputer yang saling terkoneksi). Dewasa ini siapa saja yang memiliki komputer dan modem dapat mengakses internet dan menjadi bagian dari jaringan komunikasi dunia. Salah satu komponen internet yang paling popular adalah worl wide web (WWW), yaitu suatu halaman di internet yangdapat menampilkan teks, suara, grafik, dan video yang menjadi instrument komersial di internet.

Saat ini, komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan atau konsumen menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Peningkatan ini didorong oleh semakin meluasnya penggunaan internet di masyarakat. Konsumen dewasa ini semakin mengharapkan komunikasi dua arah dengan produsen (perusahaan) dan semakin banyak perusahaan yang menganggap kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan kepada konsumen. Konsumen menggunakan internet untuk mengajukan pertanyaan, melakukan pemesanan produk, serta menyampaikan keluhan kepada perusahaan. Saat ini semakin banyak perusahaan dan konsumen yang menggunakan internet karena media ini relatif murah dan mudah.

Internet membantu perusahaan dalam membangun hubungan merek yang lebih kuat dengan konsumen, karyawan serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya melalui kekuatan komunikasi dua arah. Banyak perusahaan yang terdorong untuk memberikan perhatian lebih besar kepada internet seiring dengan semakin meningkatnya tuntutan konsumen untuk melakukan komunikasi dua arah. Tuntutan konsumen terkadang menimbulkan masalah bagi perusahaan yaitu bagaimana mengatasi dan mengelola komunikasi dua arah ini.

Dalam upaya komunikasi interaktif yang semakin baik melalui internet, dewasa ini cukup banyak perusahaan membangun internet yang merupakan media komunikasi internal perusahaan dan ekstranet yang merupaka media eksternal yang menghubungkan perusahaan dengan pihak-pihak eksternal seperti pemasok dan distributor. Kondisi ini mendorong perusahaan bereksperimen untuk menemukan cara terbaik dalam mengintegrasikan komunikasi intreaktif ke dalam komunikasi pemasaran mereka,antara lain dengan meningkatkan fasilitas broadband yang ada.

Internet seperti pedang bermata dua. Seorang pelanggan yang komplain atas suatu merek dapat menyampaikan ketidakpuasannya melalui internet yang akan menyebarluaskan informasi tersebut dengan sangat cepat ke seluruh dunia dalam hitunagn waktu hanya berapa menit. Semakin besar maalahnya, semakin cepat informasi tersebar.

MEMBANGUN SITUS WEB


Tujuan perusahaan menggunakan internet dalam kegiatan bisnisnya pada awalnya adalah sekedar untuk menyediakan informasi mengenai suatu produk kepada khalayak. Perusahaan membangun dan menggunakan situs web atau web site dengan tujuan tidak lebih sebagai catalog atau brosur elektronik yang dapat diakses secara online yang bertujuan menyediakan informasi. Situs web di internet adalah tempat informasi disediakan kepada pengguna internet oleh penyedia informasi. Beberapa tahun yang lalu memiliki sebuah situs web hanyalah untuk gengsi, sekedar mengikuti tren, namun dewasa ini memiliki situs web di internet adalah suatu keharusan. Peran situs web sebagai media untuk berpromosikan kemudiann berubah dengan sangat cepat.

Suatu situs web adakalanya menjadi tempat calon pelanggan pertama kali mengetahui tentang suatu perusahan atau produk. Melakukan bisnis saat ini sulit berkembang tanpa memanfaatkan fasilitas internet seperti situs web dan email. Melalui internet, biaya-biaya seperti promosi dan komunikasi akan dapat ditekan secara efektif. Dalam hal ini keuntungan memiliki situs web adalah:
  1. Pelanggan atau calonpelanggan akan dapat dengan mudah menemukan lokasi atau usaha atau nomor telepon perusahaan.
  2. Penyampain informasi yang cepat dan praktis mengenai suatu produk.
  3. Mengurangi jumlah tenaga pemasaran karena staf penjual tidak perlu harus membuat janji dengan calon pelanggan sekedar untuk menjelaskan produk.
  4. Membangun hubungan dengan pelanggan melalui program seperti penawaran khusus, kuis, dan kontes secara online.
Fungsi situs web bagi perusahaan pada dasarnya sangat ditentukan oleh keinginan dan harapan manajemen terhadap media ini. Sebagian perusahaan adakalanya lebih menginginkan web sitenya berfungsi sebagai media penyebarluasan informasi saja. Hal ini umumnya terjadi pada perusahaan dengan orientasi pasar industri atau business to business. Namun hal ini, penggunaan internet tidak lagi sekedar menjadi media deseminasi informasi tetapi juga sebagai media untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan konsumen. Internet juga menjadi media untuk menbangun persepsi merek produk dan mendukung fungsi penjualan.

Perusahaan dapat menggunakan web site untuk mendapatkan data pelanggan dengan cara menawarkan sampel produk gratis kepada mereka yang bersedia mengirimkan data dirinya, seperti nama, alamat, email, dan sebagainya kepada perusahaan. Untuk lebih menarik mengunjung, perusahaan dapat menyediakan artikel mengenai berbagai informasi atau tips yang terkait dengan produk yang tawarkan. Misalnya, produsen kebutuhan bayi, huggies, menggunakan situs webnya untuk mewarkan sampel produk dan memberikan berbagai informasi serta tips mengenai bagaimana cara mengasuh bayi yang baik. Situs web perusahaan juga menyediaka ruang konsultasi dengan para orang tua dalam merawat dan mendidik anak mereka serta berbagai informasi lainnya mengenai produk perusahaan tersebut.tawaran sampel gratis dan berbagai informasi tersebut mendapatkan respon baik dari ribuan pelanggannya. Informasi mengenai data pelanggan ini sangat penting bagi perusahaan dalam mengembangkan rencana pemasarannya di masa depan.

TUJUAN SITUS WEB


Situs web atau web site pada dasarnya tidak saja berfungsi sebagai media komunikasi yang memungkinkan perusahaan menyediakan informasi, mempengaruhi sikap, dan menciptakan kesadaran keada perusahaan dan produknya. Internet juga berfungsi sebagai media interaktif di mana perusahaan dapat memberikan tanggapannya secara langsung terhadap pertanyaan yang diajukan konsumen. Sifat interaktif ini kemungkinan internet sebagai media yang dapt digunakan untuk melakukan transaksi jual beli.

Kita membahas dua jenis tujuan yang dapat dicapai perusahaan yang menggunakan situs web yaitu tujuan komunikasi dan tujuan internet sebagai media transaksi (jual beli) atau yang sering disebut dengan e-commerce . pertama mari kita tinjau beberapa tujuan komunikasi yang dapat dicapai perusahaan melalui penggunaan internet yang mencakup: penyebaran informas, menciptakan kesadaran, tujuan riset, menciptakan persepsi, percobaan produk meningkatkan pelayanan dan meningkatkan distribusi.

Penyebaran Informasi


Salah tujuan penting penggunaan situs web adalah menyediakan informasi secara lengkap dan mendalam mengenai produk suatu perusahaan. Saat ini memiliki situs web tampaknya telah menjadi keharusan bagi setiap perusahaan, khusunya bagi perusahaan yang pemasarannya bersifat business to business. Perusahaan yang memiliki web site yang menyediakan segala informasi mengenai produk yang dimilikinya, memiliki peluang lebih besar untuk mendaptkan pembeli. Pada sector pemerintahan tender dan kontrak pekerjaan diajukan kepada peminat melalui internet.informasi mengenai persyaratan untuk mendapatkan tender atau kontrak pekerjaan seperti: rincian, tanggal pengajuan dan segala persyaratan lainnya dapat disebarluaskan secara lebih cepat dengan sasaran yang lebih tepat namun dengan biaya yang lebih murah, di bandingkan media lainnya. Singkaynya internet adalah media yang paling tepat untuk menyampaikan informasi secara lengkap kepada khalayak.

Menciptakan Kesadaran


Iklan melalui media internet terkadang lebih bermanfaat dalam menciptakan kesadaran terhadap organisasiatau perusahaan, sekaligus menciptakan kesadaran bagi barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Bagi perusahaan kecil dengan anggaran promosi terbatas, internet menawarkan kesempatan untuk menciptakan kesadaran secara lebih efektif dibandingkan dengan media tradisional lainnya. Misalnya, suatu perusahaan pembuatan kertas yang memasarkan barangnyya ke berbagai industry percetakan local yang ada didaerahnya sendiri, pada akhirnya dapat menjadi perusahaan internasional karena dapat menjual kertas keberbagai perusahaan di luar negeri. Hal ini disebabkan perusahaan bersangkutan memiliki situs web yang dapt diaskes para pembeli dari seluruh dunia.

Tujuan Riset


Bagian pemasaran suatu perusahaan sering kali menggunakan situs web untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai profil konsumen. Perusahaan menggunakan internet selain untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan masih dari perusahaan pesaing. Namun data atau informasi mengenai konsumen atau perusahaan pesaing yang berhasil dikumpulkan perusahaan sering kali tanpa sepengetahuan pihak konsumen atau pesaing belakangan telah menjadi isu yang menjadi pembahasan dalam etika periklanan.

Menciptakan Persepsi

Banyak perusahaan membangun situs web yang dirancang dengan tujuan untuk membangun persepsi perusahaan bersangkutan terhadap khalayaknya. Namun pekerjaan membangun image melalui web site merupakan salah satu pekerjaan yang paling sulit dilakukan.

Percobaan Produk


Peusahaan adakalanya menggunaka situs webnya untuk menawarkan kupon elektroniknya kepada pengunjung dalam upaya mendorong konsumen untuk mencoba produk dapat pula dilakukan melalui iklan internet yang tampil pada berbagai situs web lainnya. Penampilan iklan suatu produk yang muncul di berbagai situs web ini sering menarik pengunjung untuk mengklik dan masuk ke web site tersebut perusahaan pembuat produk bersangkutan dan melakukan pembelian. Misalnya, iklan situs web amazon. Com yang menyediakan jasa penjualan buku secara online sering kali muncul di berbagai situs web lainnya. Pengunjung situs web yang melihat iklan tersebut sering kali tergoda untuk mengkliknya dan langsung terhubung dan masuk ke situs web aslinya. 

Meningkatkan Pelayanan


Banyak perusahaan merasakan manfaat situs web karena media ini mampu memberikan informasi dan menjawab pertanyaan pelanggan serta membuka kesempatan bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhannya. Peran situs web tersebutt pada akhirnya mampu memperbaiki pelayanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan dan membangun hubungan baik antara perusahaan dan konsumennya. Dewasa ini, perusahaan produk teknologi tinggi telah menggunakan situs web untuk menyajikan informasi yang sebelumnya hanya diberikan buku instruksi manual atau operator telepon melalui pelayanan telepon bebas pulsa.

Meningkatkan Distribusi


Sejumlah perusahaan dapat bekerja sama untuk salung menampilkan iklan produk mereka pada situs web mereka masing-masing. Kerjasama ini disebut dengan afiliasi yaitu hubungan kerja sama di antara sejumlah situs. Suatu situs saling terhubung dengan situs lainnya. Malalui cara seperti ini suatu perusahaan dapat saling mempromosikan produknya pada situs web perusahaan lain begitu juga sebaliknya. Melalui kerja sama afiliasi perusahaan dapat meningkatkan kesadaran konsumen sekaligus memperluas distribusi produk mereka. Saat ini, banyak situs web yang menjual produk perusahaan lain tanpa pernah menguasai produk bersangkutan secara fisik.

FORMAT IKLAN INTERNET


Spanduk


Bentuk atau format iklan di internet yang paling sering digunakan adalah model spanduk atau banner bentuk iklan seperti ini sering digunakan pemasang iklan di internet dengan tujuan untuk menciptakan kesadaran atau pengenalan terhadap suatu produk atau untuk tujuan pemasaran lansung.

Sponsorhip


Format iklan di internet yang sering digunakan stelah format spanduk adalah sponsorship yaitu dukungan pemasangan iklan pada suatu situs internet. Dalam hal ini terdapat dua bentuk dukungan pemasangan iklan yaitu dukungan regular (regular sponsorship) dan dukungan isi (content shonsorship). Dukungan regular terjadi jika pemasangan iklan membayar untuk mendukung mensponsori bagia dari sustu situs web tempat pemasangan iklan iklan menempatkan iklannya misalnya, suatu perusahaan penerbangan menjadi sponsor halaman perjalan dan wisata yang terdapat pada suatu situs web tempat pemasang iklan menepatkan iklannya. 

 Pemasangan iklan dapat lebih terlibat pada situs web jika menjadi pendukung isi (content)bagi situs bersangkutan. Dalam hal ini pemasang iklan tidak hanya membayar untuk iklan yang muncul di salah satu halaman web site tetapi juga menjadi pihak yang menentukan atau memberikan kontribusinya terhadap isi halaman web site yang bersangkutan, baik sebagian atau keseluruhan. Dalam kasus tertentu isi halaman dibuat oleh pengelola web site tetapi harus disetujui oleh pemasang iklan.

Pop-up


Ketika anda membuka halaman situs web site terentu anda mungkin melihat jendela kecilyang tiba-tiba muncul. Jendela kecil yang menampilkan informasi dari pemasangan iklan tersebut dikenal dengan sebutan pop-up. Iklan internet dengan bentuk pop-up memeiliki ukurun yang lebih besar dari spanduk namun lebih kecil dari ukuran satu halam penuh (full screen).

Iklan Sela


Iklan sela atau iklan antara adalah iklan yang tiba-tiba muncul di layar monitor ketika pengguna internet sedang menunggu munculnya (proses download) isi suatu situs web di internet. Sebagian pengguna internet menganggap iklan semacam ini mengganggu karena mengalihkan perhatian pengguna dari melihat situs yang diinginkannya. 

Webcasting


Suatu bentuk iklan yang memungkinkan pemasangan iklan secara proaktif mengirimkan pesannya kepada konsumen. Melalui cara ini, konsumen tidak biarkan mencari informasi sendiri yang mereka butuhkan tapi sebaliknya mereka secara personal menerima informasi yang dibutuhkan. Misalnya, seorang manager atau seorang analisis keuangan suatu perusahaan keuangan bisa dapat informasi terbaru mengenai saham, berita ekonomi, atau komentar atau analisis pakar mengenai suatu kebijakan ekonomi yang dibutuhka dalan pekerjaannya dengan cara mendaftarkan situs perusahaannya ke situs lain yang khusus menyediakan informasi tersebut.

Link


Melalui model ini, seorang mengunjungi suatu situs web dapat memperoleh informasi tambahan, jika ia mengklik suatu feature atau ikon pada suatu web yang menghubungkannya dengan sumber informasi yang berada di situs web yang lain. Walaupun sebagian kalangan mengganggap model ini bukan sutau iklan, namun model link ini sering kali berfungsi dan bertujuan sama dengan mobel internet yang telah kita bahas sebelumnya diatas.

KEUNGGULAN INTERNET


Target Konsumen Khusus


Keuntungan atau keunggulan utama memasang iklan di internet adalah kemampuan media idi secara efektif untuk membidik target konsumen yang spesifik atau khusus tanpa menimbulkan pemborosan media. Seperti yang dikatakan oleh Belch (2001) suatu keunggulan utama web site adalah kemampuannya untuk menjangkau kelompok individu yang sangat spesifik dengan pemborosan media yang minimal.

Pesan Khusus


Pesan dapat dirancang sedemikian rupa agar menarik dan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan target audiens tertentu. Kemampuan internet untuk melakukan komunikasi interaktif memungkinkan dilakukannya pemasran personal. Setiap orang dilayani secra pribadi. Hal ini akan meningkatkan keberhasilan pemasaran perusahaan pada pasar industry dan konsumsi.

Kemampuan Interaktif


Kemampuan internet untuk melakukan komunikasi interaktif memungkinkan konsumen untuk lebih terlibat dengan produk yang ditawarkan perusahaan. Dengan cara ini konsumen dengan perusahaan mendapat umpan baliksegera sehingga mendorong konsumen untuk lebih memahami produk yang ditawarkan.

Akses Informasi


Keuntungan yang terbesar internet adalah kemampuannya dalam menyediakan informasi kepada penggunanya. Para pengguna internet dapat menemukan informasi yang diinginkannya dalam jumlah besar mengenaai topic apa saja yang diinginkan dengan melakukan pencarian semacam google.

Kecepatan


Bagi masyarakat konsumen yang membuthkan informasi mengenai suatu perusahaan barang atau jasa yang ditawarkan internet adalah instrument paling cepat untuk mendapatkan informasi tersebut.

KETERBATASAN INTERNET 

  

Jumlah Audiens


Salah satu kelemahan terbesar internet adalah tidak tersedianya data yang akurat mengenai jumlah orang yang berkunjung pada situs web. Di negara maju beberap perusahaan riset seringkali mengajukan data yang berbeda secara signifikan mengenai jumlah pengguna internet pada sutau periode tertentu.

Proses Lambat


Prose pembuka situs web untuk mendapatkan informasi terkadang berjalan lambat. Hal ini menunjukkan situs web itu harus menerima banyak pengunjung dalam waktu yang bersamaan. Bahkan situs web tidak dapat di askes karena terlalu banyak pengunjung dalam waktu yang bersamaan pula.

Penipuan


Saat ini internet belum menjadi media yang sepenuhnya aman kemungkinan adanya penipuan.di banyak Negara aturan penegakakan hukum dalam berinteraksi di internet guna melindungi konsumen belum tersedia.

Jangkauan Terbatas


Walaupun jumlah pengguna internet meningkat terus, namun jumlahnya masih jauh dibawah jumlah penonton televisi. Perusahaan internet tetap perlu diberikan di media konvensional seperti televisi untuk menarik audiens mengunjungi situsnya. Statistik menunjukkan bahwa sebagian hanya sebagian kecil web site dapat dijangkau oleh mesin pencari dan sebagian besar pengunjung internet ternyata berkunjung pada 50 situs web.

STRATEGI KREATIF IKLAN


Sebagian kalangan praktisi periklanan menilai kreativitas periklanan bukanlah sesuatu yang muncul secara tiab-tiba tetapi merupakan suatu proses. Kemungkinan paling besar untuk dapat memproduksikan iklan yang kreatif dan sukses adalah melakukan sejumlah langkah atau pendekatan yang terorganisasi dengan baik.

Salah satu pendekatan yang paling popular dalam proses kreatif iklan adalah model proses kreatif yang dikembangkan oleh james webb young yang terdiri atas lima langkah yaitu:
  1. Keterlibatan diri yaitu upaya melibatkan diri ke dalam masalah yang ada denga cara mengumpulkan bahan mentah dan segala informasi yang diperlukan melalui riset latar belakang dan mencerna masalah tersebut yang merupakan upaya untuk dan memahami masalah.
  2. Proses inkubasi yang diartiakn james webb young meletakkan masalah dilluar pikiran sadar anda dan mengubah informasi ke dalam bawah sadar untuk melakukan pekerjaan.
  3. Iluminasi yaitu upaya dalam memunculkan ide atau gagasan.
  4. Verifikasi yaitu kegiatan mempelajari idea atau gagasan untuk menentukan apakah idea tau gagasan itu sudah bagus atau mampu menyelesaikan masalah.
Model proses kreatif yang dikemukakan james webb young tersebut mirip dengan pandangan yang sudah ada sebelumnya dari graham wallas, seorang sosiolog inggris yang terdiri dari 4 langkah yaitu:
  1. Persiapan atau kegiatan mengumpulkan informasi latar belakang yang diperlukan untuk memecahkan masalah riset studi.
  2. Inkibasi yaitu prose pengembangan idea tau gagasan.
  3. Iluminasi yaitu mencari pemecahan masalah.
  4. Verifikasi yaitu upaya memperbaiki ide taua gagasan menetukan jika ide atau gagasan tersebut merupakan solusi yan tepat.

MENENTUKAN DAYA TARIK IKLAN


Secara umum daya tarik iklan dibagi menjadi 2 kategori yaitu:

1)      Daya tarik informatif

2)      Daya tarik emosional

Daya tarik informasi atau rasional menenkan pada pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional, dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan pada atribut yang dimiliki suatu produk dan atau manfaat atau alasan memiliki atau menggunakan merek produk tertentu. Isi pesan iklan dengan daya tarik informatif atau rasional menekankan pada fakta pembelajaran, serta logika yang disampaikan suatu iklan. Daya tarik iklan dengan berbasis rasionalitas cenderung bersifat informatif. Iklan dengan daya tarik rasional bertujuan membujuk target konsumen untuk membeli dengan produk yang bersangkutan adalah yang terbaik atau produk yang paling dapat memenuhi daya tarik konsumen.Misalnya produk minuman yang mengandung serat menggunakan daya tarik rasional dengan mengatakan bahwa mengkonsumsi serat dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung.

Menurut Belch (2001) beberapa tipe daya tarik yang dapat dikategorikan sebagai memiliki daya tarik rasional adalah iklan yang menekankan aspek atribut, keuntungan kompetetif, harga yang menguntunggkan, berita, serta daya popularitas produk. Kita akan bahas masing-masing daya tarik tersebut.

·Iklan yang menggunakan daya tarik atribut menekankan atau focus pada sifat atau kualitas tertentu yang dimiliki suatu barang atau jasa. Iklan jenis ini menyajikan banyak informasi dengan menyampaikan sejumlah atribut penting yang dimiliki suatu produk yang diharapkan dapat timbul sikap positif konsumen sehingga dapat digunakan sebagai dasar bagi keputusan pembelian yang diambil berdasarkan pertimbangan rasional.

·Pemasangan iklan menggunakan daya tarik keunggulan atau keuntungan kompetetif dengan membandingkan baik secara langsung maupun tidak langsung antara produknya dengan produk pesaingnya dan biasanya mengklaim memiliki keunggulan pada sutu atau lebih atribut.

·Iklan dengan daya tarik harga menjadikan harga sebagai factor dominan dalam pesan iklannya.

·Iklan dengan daya tarik berita adalah iklan yang menggunakan berita atau pengumuman di media massa mengenai produk bersangkutan dalam iklannya untuk menarik perhatian konsumen.

DAYA TARIK EMOSINAL


Daya tarik emosional adalah daya tari yang terkait atau berhungan dengan kebutuhan social dan psikologi konsumen dalam pembelian suatu produk. Tidak sedikit motif pembelian konsumen bersifat emosional karena karena perasaan mereka terhadap suatu merek dapat menjadi lebih penting daripada pengetahuan mereka memiliki terhadap merek.

DAYA TARIK GABUNGAN


 Dalam banyak kasus periklanan, tim kreatif perusahaan iklan tidak ingin menetukan daya tarik yang dibuatnya hanya berdasarkan pada aspek rasional atau aspek emosional semata tetapi mereka ingin menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Menurut david Ogilvy dan joel raphaelson (1981) pembelian produk semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional pada dasarnya adalah tidak banyak bahkan yang bersifat sangat rasional dan fungsional sekalipun seperti produk sabun cuci deterjen pun juga memiliki aspek dan atau elemen emosional.

Eksekusi Kreatif


Eksekutif kreatif adalah cara bagaimana suatu daya tarik iklan disajikan. Iklan yang memiliki daya tarik dan memiliki pesan yang bermakna merupakan hal yang jelas penting, namun cara bagaimana suatu eksekusi kreatif  iklan dilaksanakan adalah tidak kalah pentingnya. William bernech adalah salah satu tokoh periklanan yang menyatakan pentingnya tahapan eksekusi kreatif ini. Ia mejelaskan bagaimana kepala berita iklan serta visual iklan seharusnya digunakan, bagaimana piñata aristik dan copywriter seharusnya bekerjasama, bagaimana iklan dapat digunakan untuk membangkitkan emosi dan perasaan dan seterusnya.

Suatu pesan iklan dapat disajikan atau dieksekusi dalam berbagai macam cara yaitu:

1.      Iklan Pesan Factual

Salah satu jenis eksekusi kreatif yang paling penting dasar dalam periklanan disebut dengan pesan factual atau yang disebut juga dengan penjualan langsung. Jenis iklan ini menekankan pada penyajian atau presentasi pesan iklan mengenai suatu barang atau jasa secara langsung. Eksekusi kreatif iklan jenis ini sering menggunakan daya tarik informasi atau daya tarik rasionala mengenai barang atau jasa dengan berbagai atributnya.

2.      Iklan Bukti Ilmiah

Sebagai variasi dari iklan pesan factual, pemasang iklan terkadang juga menampilkan bukti ilmiah atau bukti teknis mengenai manfaat, kegunaa, keampuhan, atau kekalahan suatu produk yang tengah diiklankan. Misalnya, pengumuman oleh lembaga riset dari dalam dan luar negeri mengenai manfaat zat yang terkandung suatu produk makanan terhadap kesehatan atau pengesahan oleh majelis ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan suatu produk makana adalah halal dan seterusnya.

3.      Iklan Demonstrasi

Iklan demonstrasi di arancang untuk mengilustrasikan atau menggambarkan keuntungan utama dari suatu barang atau jasa yang diiklankan dengan cara menunjukkan barang atau jasatersebut dalam hal penggunaan yang sesungguhnya. Iklan demontrasi sangat efektif dalam menyakinkan konsumen mengenai kegunaan atau kualitas suatu produk serta manfaat memiliki dan menggunakan merek produk yang bersangkutan tersebut.

4.      Iklan Perbandingan

Perbandingan merek juga dapat digunakan sebagai dasar bagi eksekusi kreatif iklan. Pendekatan melaluieksekusi kreatif perbandingan belakangan semakin popular digunakan pemasang iklan karena format ini menawarkan suatu cara yang langsung dan dalam mengkomunikasikan keunggulan suatu merek produk tertentu dibandingkan dengan para pesaingnya atau sebagai cara untuk memposisikan suatu merek produk baru atau suatu merek produk yang kurang dikenal terhadap produk yang tengah memimpin pasar.

5.      Kesaksian

Iklan kesaksian dapat menampilakan orang biasa yaitu pelanggan yang puas yang tengah membahas atau memperbincangkan pengalamannya menggunakan suatu merek produk.

6.      Animasi

Animasi kartun sering digunakan iklan televisi dengan target anak-anak. Penggunaan teknik animasi untuk iklan semakin meningkat menyusul perkembangan teknologi grafis berbasis computer serta inovasi teknologi lainnya.

7.      Simbol Personalitas

Tipe eksekusi kreatif iklan lainnya adalah dengan menggunakan suatu karekter sentral atau menggunakan seseorang atau tokoh yang menjadi symbol dari suatu produk. Pemasangan iklan memilih tokoh tertentu yang diharapkan dapat menyampaikan pesan iklan sekaligus mewakili identitas produk bersankutan. Misalnya sorotan cepat saji McDonald menggunakan tokoh badut sebagai symbol iklan dan sekaligus menjadi symbol produknya.

8.      Fantasi

Suatu tehnik eksekusi kreatif yang populer digunakan pemasangan iklan khususnya dalam hal iklan yang menekankan pada daya tarik emosional seperti iklan pencitraan produk adalah fantasi. Misalnya iklan produk kosmetik seringkali menggunakan daya tarik fantasi ini dengan menciptakan gambar atau symbol yang dapat disosialisasikan dengan merek yang telah dipromosikan.

9.      Dramatisasi

Iklan dramatisasi menekankan pada penyampaian cerita pendek. Pada akhir cerita produk tengah dipromosikan, tampil sebagai bintangnya. Iklan gramatisasi mirip dengan iklan cuplikan kehidupan yang menggunakan pendekatan penyelesaian masalah, namun iklan dramatisasi menggunakan lebih banyak keteganagan dan daya tarik dalam mengemukakan suatu cerita. Tujuan iklan iklan darama adalah untuk menarik penonton kedalam situasi yang tengah digambarkan oleh iklan yang bersangkutan. Iklan drama yang berhasil adalah iklan yang mampu membuat penonton mengikuti cerita atau tenggelam bersama cerita yang digambarkan. Penentuan penonton seolah turut merasakan kekhawatiran atau kecemasan yang dialami oleh tokoh yang muncul dalam iklan.

10.  Humor

Pemasangan iklan lebih sering menggunakan media televise atau radio dalam menampilkan iklan humor, namun demikian iklan humor dapat juga menggunakan media cetak. Pemasangan iklan menggunakan humor dalam iklannya karena berbagai alasan, antara lain: pesan iklan yang disampaikan secara humor dapat menarik audiens dan cukup efektif dalam mempertahankan perhatian audiensnya. Pesan humor dapat mendorong efektivitas pesan karena dapat mendorong perasaan positif audiensi dan meningkatkan kesukaan mereka terhadap produk. Humor juga dapat mengurangi kemungkinan penerima pesan menyampaikan kritik atau mengemukakan argument tandingan terhadap pesan iklan yang disampaikan.

Namun demikian harus disadari tidak setiap produk dapat menggunakan iklan humor, sejumlah study menunjukkan bahwa efektivitas iklan humor bergantung pada sejumlah factor antara lain jenis produk yang dipromosikan serta karakteristik audiens yang dituju. Misalnya, iklan humor terbukti dalam iklan produk dengan keterlibatan rendah dibandingkan dengan produk dengan keterlibatan tinggi yang memerlukan pemikiran konsumen sebelum konsumen memikirkan konsumen sebelum konsumen memutuskan membeli produk bersangkutan.

11.  Kombinasi

Berbagai teknik eksekusi kreatif iklan yang telah dijelaskan diatas, pada dasarnya dapat dikombinasikan satu sama lainnya dalam menyampaikan pesan iklan. Misalnya, iklan animasi sering digunakan untuk menciptakan iklan symbol personalitas atau menyajikan suatu fantasi kepada audiensi. Iklan cuplikan kehidupan sering kali digunakan untuk menunjukkan atau mendemonstrasikan suatu barang dan jasa. Iklan perbandingan seringkali dibuat dengan menggunakan pendekatan humor. Dalam hal ini, tenaga kreatif iklan bertanggung jawab untuk menentukan apakah akan menggunakan satu atau menggabungkan berbagai teknik eksekusi kreatif tersebut diatas.

Referensi

Morrisan. 2010. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suhandang, Kustadi. 2005. Periklanan Msanajemen Kiat dan strategi. Bandung: Nuansa

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Kemudian timbul pertanyaan yang membuat seorang pemimpinan effektif? Apa Hampir semua orang, bila diajukan pertanyaan itu akan menjawab bahwa pemimpin yang effektif mempunyai sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan.

Kemampuan den ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting effektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.


A. Arti Kepemimpinan dan Manajemen Yang Fungsi Melaksanakan Kepemimpinan


Dalam praktek sehari-hari, seoring diartikan sama antara pemimpin dan kepemimpinan, padahal macam pengertian tersebut berbeda. Pemimpin kedua adalah orang yang tugasnya memimpin, sedang kepemimpinan adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Setiap orang mempunyai pengaruh atas pihak lain, dengan latihan dan peningkatan pengetahuan oleh pihak maka pengaruh tersebut akan bertambah dan berkembang. Kepemimpinan membutuhkan penggunaan kemampuan secara aktif untuk mempengaruhi pihak lain dan dalam wujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan lebih dahulu. Dewasa ini kebanyakan para ahli beranggapan bahwa setiap orang dapat mengembangkan bakat kepemimpinannya dalam tingkat tertentu.

Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu, bawahan dipimpin dari bukan dengan jalan menyuruh atau mondorong dari belakang. Masalah yang selalu terdapat dalam membahas fungsi kepemimpinan adalah hubungan yang melembaga antara pemimpin dengan yang dipimpin menurut rules of the game yang telah disepakati bersama.

Seseorang pemimpin selalu melayani bawahannya lebih baik dari bawahannya tersebut melayani dia.Pemimpin memadukan kebutuhan dari bawahannya dengan kebutuhan organisasi dan kebutuhan masyarakat secara keseluruhannya.

Dari batasan kepemimpinan sebagaimana telah disebutkan di atas seorang dikatakan pemimpin apabila dia mernpunyai pengikut atau bawahan. Bawahan ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Dalam organisasi pemimpin dibagi dalam tiga tingkatan yang tergabung dalam kelompok anggota-anggota manajemen (manajement members). Ketiga tingkatan tersebut adalah :

a. Manager puncak (Top Manager)

b. Manajer menengah (Middle manager)

c. Manajer bawahan (Lower managor/suvervisor)

Seorang pemimpin mempunyai baik ketrampilan manajemen (managerial skill) maupun keterampilan tekhnis (technical skill). Semakin rendah kedudukan seorang tekhnis pemimpin dalam organisasi maka keterampilan lebih menonjol dibandingkan dengan keterampilan manajemen. Hal ini disebabkan karena aktivitas yang bersifat operasional.

Bertambah tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin menonjol keterampilan manajemen dan aktivitas yang dijalankan adalah aktivitas bersifat konsepsional.

Dengan perkataan lain semakin tinggi kedudukan seorang pamimpin dalam organisasi maka semakin dituntut dari padanya kemampuan berfikir secara konsepsional strategis dan makro.

Di samping itu perlu dikemukakan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia semakin genoralist, sedang semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.

Dari uraian di atas jelaslah bahwa lebih mudah mengukur produktivitas pemimpin yang lebih rendah.

B. Kepemimpinan Formal dan Kepemimpinan Informal


Dalam setiap organisasi selalu terdapat hubungan formal dan hubungan informal. Hubungan formal melahirkan organisasi formal dan hubungan informal melahirkan organisasi informal. Kepemimpinan formal adalah kepemimpinan yang resmi yang ada pada diangkat dalam jabatan kepemimpinan.

Polo kepemimpinan tersebut terlihat pada berbagai ketentuan yang mengatur hirarki dalam suatu organisasi. Kepemimpinan formal tidak secara otomatis merupakan jaminan akan diterima menjadi kepemimpinan yang "sebenarnya" oleh bawahan.

Penerimaan atas pimpinan formal masih harus diuji dalam praktek yang hasilnya akan terlihat dalam kehidupan organisasi apakah kepemimpinan formal tersebut sekaligus menjadi kepemimpinan nyata.

Kepemimpinan formal sering juga disebut dengan istilah headship. Kepemimpinan formal tidak didasarkan pada pengangkatan. Jenis kepemimpinan ini tidak terlihat pada struktur organisasi.

Efektivitas kepemimpinan informal terlihat pada pengakuan nyata dan penerimaan dalam praktek atas kepemimpinan seseorang. Biasanya kepemimpinan informal didasarkan pada beberapa kriteria diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Kemampuan "memikat" hati orang lain.

2.      Kemampuan dalam membina hubungan yang serasi dengan orang lain.

3.      Penguasaan atas makna tujuan organisasi yang hendak dicapai.

4.      Penguasaan tentang implikasi-implikasi pencapaian dalam kegiatan-kegiatan operasional.

5.      Pemilihan atas keahlian tertentu yang tidak dimili ki oleh orang lain.

Telah dikemukakan bahwa tidak ada pemimpin tanpa adanya pihak yang dipimpin. Pemimpin timbul sebagai hasil dari persetujuan anggota organisasi yang secara sukarela menjadi pengikut. Pemimpin sejati mencapai status mereka karena pengakuan sukarela dari pihak yang dipimpin.

Seorang pemimpin harus mencapai serta mampertahankan kepercayaan orang lain. Dengan sebuah surat keputusan, maka seseorang dapat diberikan kekuasaan besar tetapi hal tersebut tidak secara otomatis membuatnya menjadi seorang pemimpin dalam arti yang sebenarnya.

            Di bawah ini akan dikemukakan perbedaan antara pemimpinan dengan non pemimpin,sebagai berikut;

Pemimpin:

1.      Memberikan inspirasi kepada bawahan
2.      Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan bawahan
3.      Memberikan contoh kepada bawahan bagaimana melakukan pekerjaan
4.      Menerima kewajiban-kewajiban
5.      Memperbaiki segala kesalahan atau kekeliruan.

Non Pemimpinan :
  1. Memberikan dorongan kepada bawahan
  2. Menyelesaikan pekerjaan dan mongorbankan bawahan
  3. Menanamkan perasaan takut pada bawahan dan memberikan ancaman.
  4. Melimpahkan kewajiban kepada orang lain.
  5. Melimpahkan kesalahan kepada orang lain dengan apabila terdapat kekeliruan atau penyimpangan-penyimpangan.

C. TEORI KEPEMIMPINAN DAN TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN


Beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya.

Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :

1. Teori Genetie


Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made". bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial


Jika teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not made", make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :

"Leaders are made and not born".

Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis


Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.

Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan.Namun demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.


Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima type utama yaitu sebagai berikut :

1.      Tipe pemimpin otokratis


Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.

Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :

  • Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
  • Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  • Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
  • Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.
  • Selalu bergantung pada kekuasaan formal
  • Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.

2. Tipe kepemimpinan militeristis


Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.

Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  • Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
  • Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.
  • Sonang kepada formalitas yang berlebihan
  • Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
  • Tidak mau menerima kritik dari bawahanMenggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa ripe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.

3. Tipe pemimpin fathernalistis


Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan.ke Pemimpin seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.

Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:

a)      Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.

b)      Bersikap terlalu melindungi bawahan

c)      Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.

d)     Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya tuk mengembangkan inisyatif daya kreasi.

e)      Sering menganggap dirinya maha tau.

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diporlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifar-sifar negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.

4. Tipe kepemimpinan karismatis


Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan,mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.

5. Tipe Kepemimpinan Demokratis


Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.

Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:

1.      Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.

2.      Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.

3.      Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.

4.      Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.

5.      Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.

6.      Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.

7.      Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

8.      Dan sebagainya.

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis.

Syarat-syarat pemimpin yang baik


Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seorang yang tergolong sebagai pemirnpin adalah seorang yang pada waktu lahirnya yang berhasil memang telah diberkahi dengan bakat-bakat kepemimpinan dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman kerja.

Pengambangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki lebih banyak ciri-ciri kepemimpinan.

Walaupun belum ada kesatuan pendapat antara para ahli mengenai syarat-syarat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, akan tetapi beberapa di antaranya yang terpenting adalah sebagai berikut :

a)      Pendidikan umum yang luas.

b)      Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang genoralist yang baik juga.

c)      Kemampuan berkembang secara mental

d)     Ingin tahu

e)      Kemampuan analistis

f)       Memiliki daya ingat yang kuat

g)      Mempunyai kapasitas integratif

h)      Keterampilan berkomunikasi

i)        Keterampilan mendidik

j)        Personalitas dan objektivitas

k)      Pragmatismo

l)        Mempunyai naluri untuk prioritas

m)    Sederhana

n)      Berani

o)      Tegas dan sebagainya.


D. Peranan Staf Dalam Proses Manajemen


Telah dikemukakan bahwa dalam organisasi bentuk lini dan staf ada dua kelompok tenaga kerja. Kelompok pertama adalah mereka yang tugas utamanya bersifat menterjemahkan tugas pokok menjadi aktivitas, sedang di pihak lain terdapat mereka yang tugasnya melakukan kegiatan-kegiatan penunjang demi lancarnya roda organisasi dan mekanisme kerjasama yang harmonise baik secara kwantitatif maupun kualitatif kedua kelompok ini mempunyai peranan penting dalam merealisasi tujuan organisasi.Secara efektif dan efisien.

Sepintas lalu kelihatan seolah-olah karyawan lini lebih penting karena tugas meraka yang utama melaksanakan aktivitas penting untuk moraalisasi tujuan. Malah dianggap kadang-kadang bahwa tanpa karyawan. Staf tujuan dapat juga direalisasi, pandangan ini terutama dalam organisasi modern kurang tepat, walaupun sifat aktivitas karyawan staf nya penunjang kegiatan yang dilakukan olah karyawan lini akan tetapi peranan mereka dalam menciptakan efektivitas dan efisiensi sangat penting. Dengan bantuan karyawan staf organisasi dapat mendayagunakan resources yang dimiliki perusahaan secara optimum karena mereka dapat melihat berbagai kemungkinan, pendidikan dan pengalaman mereka memungkinkan memilih kesempatan yang terbaik.

Pembahasan tentang pentingnya peranan staf dalam proses manajemen berarti tidak saja menbahas pentingnya kegiatan-kegiatan penunjang terlaksana dengan efisien dan ekonomis, akan tetapi juga membahas pentingnya paranan karyawan staf dalam membantu manajemen members dalam mengambil keputusan.

Sering kurang disadari bahwa tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan. Segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah karena diputuskan demikian bukan karena secara kebetulan terjadi. Dengan pengambilan keputusan yang tepat maka segala pendadakan-pendadakan dapat dihindarkan atau dikurangi.

Keputusan-koputusan yang diambil oleh berbagai eselon pemimpin dalam organisasi tentu mempunyai bobot yang berbeda-beda pule. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar keputusan yang diambilnya meskipun sering bobot dari keputusan tersebut bersifat umum dan kwalitatif. Top manajemen dalam organisasi mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan yang bersifat menyeluruh dalam arti bahwa keputusannya akan mempunyai implikasi yang luas terhadap seluruh organisasi.

Lower manajemen biasanya membuat keputusan-keputusan yang terbatas kepada unit organisasi yang dipimpinnya. Dan sifat keputusannya lebih mudah diterjemahkan kepada bentuk yang bersifat kuantitatif.

Setiap keputusan yang diambil baik di tingkat top middle maupun lower manager seperti supervisor ada beberapa syarat yaitu sebagai berikut :

a)      Keputusan yang diambil harus mempermudah dan mempercepat pencapaian tujuan.

b)      Keputusan harus tepat dalam arti mampu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh organisasi.

c)      Keputusan harus carat karena keputusan yang dapat mengakibatkan tidak dimanfaatkannya lambat kesempatan-kesempatan yang terbaik, yang terbuka untuk organisasi.

d)     Keputusan harus praktis, dalam arti dapat dilakukan sesuai dangan kekuatan-kekuatan yang dimiliki organisasi.

e)      Keputusan yang diambil harus regional dalam pengertian dapat diterima oleh akal sehat dari para pelaksana.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa keputusan yang diambil belum tentu menyenangkan semua orang yang ikut serta dalam organisasi. Dapat dikatakan bahwa keputusan yang menyenangkan samua pihak tentu mempercepat proses pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dapat dikatakan bahwa keputusan yang menyenangkan samua pihak belum tentu mempercepat proses pencapaian tujuan yang telah ditatapkan.

Tugas-tugas yang dapat diberikan kapada karyawan staf antara lain adalah sebagai berikut :

a)      Mengumpulkan data (fakta)

b)      Mengintorarasikan data (fakta)

c)      Mengusulkan alternatif tindakan

d)     Mendiskusikan rencana-rencana yang sedang dipikirkan dengan berbagai hak dan memperoleh kesepakatan mereka atau memperoleh alasan mengapa rencana tersebut ditolak.

e)      Mempersiapkan instruksi-instruksi tertulis dan dokumon-dokumen lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang merupakan realisasi daripada rencana yang telah ditetapkan.

f)       Mengamati kegiatan-kegiatan oporasional dan kondisi kondisi yang dihadapi untuk rnengadakan apakah struksi-instruksi telah dijalankan dengan baik dan apakah instruksi tersebut menghambat atau mempelancar proses pencapaian tujuan.

g)      Mengusahakan pertukaran informasi antara para petugas-petugas oporasional mongenai pelaksanaan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan koordinasi.

h)      Meberikan infrmasi da nasehat kepada petugas-petugas oporasional mengenai pelaksanaan tugas–tugas yang telah didelegasikan kepada mereka.

Dari peranan staf sebagaimana telah dikemukakan dapat diketahui bahwa staf adalah hal yang diinginkan apabila :

a)      Keterbatasan kemampuan pimpinan untuk melaksanakan tugas-tugas secara baik. Keterbatasan ini melingkupi ketarbatasan waktu, energi, pengetahuan, perhatian, pandangan dan sebagainya.

b)      Tugas-tugas yang harus dijalankan belum dapat didelagasikan kepada bawahan karena :

·         bawahan belum mempunyai kemampuan

·         secara efektif dan efisien lebih tepat wewenang tersebut diberikan kepada spesialist.

·         dan sebagainya.

Walaupun penggunaan staf dapat membantu terlaksananya pencapaian tujuan secara efektif dan akan tetapi parlu diingat bahwa pemakaian efisien,tenaga staf mempunyai beberapa kelemahan diantaranya adalah sebagai berikut :

a.       Menambah biaya adrninistrasi

b.      Dapat menimbulkan kebingungan bahagian operasional karena sering mereka menerima instruksi dua atasan yaitu lini dan atasan fungsionil.

c)      Menambah kompleks hubungan kerja dalam organisasi.

d)     Staf biasanya terdiri dari tenaga spesialist.Karena itu pertimbangan dan nasehat-nasehat mereka dipandang dari pencapaian tujuan organisasi kurang terpadu.

e)      Keputusan yang harus diambil biasanya menjadi lambat.

f)       Dan sebagainya.

E. Pelimpahan Wewenang (Delegation of Authority)

Wewenang (authority) merupakan kunci daripada pekerjaan seorang manajer. Arti sebenarnya dari seorang manajer dalam sebuah organisasi dan hubungannya dengan orang lain pada organisasi tersebut terlihat pada wewenang yang dimilikinya.

Yang mengikat bahagian-bahagian daripada suatu struktur organisasi adalah hubungan wewenang.

Wewenang adalah : Kekuasaan menggunakan sumbardaya untuk mencapai tujuan organisasi.

Wewenang bersumber pada dua pendapat (approach) yaitu sebagai berikut :

a. Institutional approach

Di sini status daripada yang melaksanakan aktivitas manajemen didasarkan atas kekuasan yang berkaitan dengan hak milik. Kekuasaan tersebut kemudian didelegasikan/dilimpahkan kapada si manajer. Jadi wewenang dari si manajer berasal dari hak untuk menggunakan harta si pemilik kearah yang telah ditetapkan oleh si pemilik.

b. Subordinate acceptance approach

Seorang manajer tidak mempunyai wewenang sebelum wewenang tersebut diberikan olah bawahan kepadanya. Pendekatan ini merupakan bagian daripada apa yang dalam manajemen dikatakan bottom up management. Bawahan memberikan wewenang kepada si manajer mempunyai kelebihan daripada bawahan umpamanya keahlian tehnik, human relation dan sebagainya.

Jangan dilupakan bahwa aktivitas tidak dapat di paksakan kepada bawahan dengan mengabaikan kapasitas mental dan phisik dari bawahan. Disamping itu juga wewenang harus disesuaikan dengan rencana-rencana organisasi dan paham sosial yang berlaku seperti kebiasaan, keyakinan dan sebagainya.

Pelimpahan wewenang mempunyai tiga unsur,yaitu:

a.       Wewenang (authority)

b.      Tanggung jawab (responsibility)

c.       Pertanggung jawaban (accountability)

Wewenang yang telah didelegasikan/dilimpahkan kepada bawahan berarti si bawahan telah mempunyai wewenang dan sekaligus tanggung jawab dan pertanggung jawaban terhadap hasil dari pendelegasian/pelimpahan daripada wewenang tersebut.

Perlu diingat bahwa walaupun si manajer telah melimpahkan wewenang akan tetapi wewenang tersebut tepat berada pada si manajer karena pertanggung ada pada simanajer. Bertambah ke bawah dari jawaban piramida organisasi maka wewenang bertambah kecil, dan sebaliknya bertambah ke atas dari dasar piramida organisasi pertanggung jawaban bertambah besar. Yang dapat didelegasikan/dilimpahkan adalah wewenang bukan tanggung jawab.

Jelaslah bahwa dalam sebuah organisasi selalu harus terdapat pendelegasian wewenang. Hal ini terutama disebabkan karena beberapa pembatasan dari si manajer sendiri dalam melaksanakan aktivitas.

Pembatasan tersebut melingkupi :

a)       Span of time. Terbatasnya waktu seseorang manajer untuk mengerjakan dan mengawasi sebuah aktivitas.

b)      Span of atention. Terbatasnya perhatian seorang manajer terhadap sebuah aktivitas.Otak seorang manajer tidak akan tetap kapasitasnya dalam memikirkan beberapa aktivitas dalam waktu tertentu.

c)       Span of personality and energy.Terbatasnya kepribadian dan tenaga seorang manajer untuk memimpin sejumlah bawahan dengan ofektif dan juga untuk mempengaruhi bawahan secara pribadi maupun kolektif.

d)      Span of knowledge. Terbatasnya seorang manajer untuk memimpin pengetahuan bawahannya maupun pengetahuannya tentang sebuah aktivitas.

e)       Span of management. Terbasnya kemampuan seseorang untuk memimpin sejumlah bawahan. Beberapa penulis mengemukakan sebenarnya jumlah bawahan yang dapat dipimpin aleh seorang manajer.

Agar pendelegasian wewenang dapat berjalan dengan lancar maka seorang manajer harus mempunyai sikap sebagai berikut :

a)      Personal receiptiveness. Simanajer harus bersedia memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengemukakan gagasan dan pendapat-pendapatnya.

b)      Willingbess to let go. Manajer harus bersedia dan sepenuh hati melepaskan ewenang kepada bawahannya.

c)      Wilingness to let other make mistake. Adalah kurang bijaksana apabila seorang rnanajer yang telah mendelegasikan wewenangnya terus menerus mengawasi bawahan yang telah menerima wewenang karena khawatir si bawahan membuat kesalahan. Jika hal tersebut dilakukan oleh si manajer maka pendelegasian wewenang tidak murni lagi.

d)     Wilingness to trust subordinate. Delegasi yang efektif cenderung bahwa si manajer telah mempercayai bawahannya dan menganggap bawahannya telah matang dan mampu melaksanakan aktivitas yang dipercayakan kepadanya.

e)      Wilingness to establish and exercise broad control. Manajer harus bersedia melatih dan mengawasi bawahannya secara luas. Dengan demikian pemberian pendidikan dalam bentuk latihan dan sistem pengawasan dapat dipergunakan sebagai alat untuk melaksanakan pendelegasian wewenang yang efektif.

Walaupun pendelegasian wewenang merupakan hal yang amat perlu pada sebuah organisasi akan tetapi sering terjadi bawah seorang manajer tidak bersedia melaksanakannya. Hal ini disebabkan karena :

a. Rintangan psychologis :

1.      Sering si manajer menganggap bahwa ia adalah manusia super yang tidak dapat diganti .Tanpa dia organisasi akan macet.

2.      Kadang-kadang manajer berhasrat mendominasi segala aktivitas perusahaan. Jadi si manajer ingin berkuasa.

3.      Si manajer tidak bersedia menanggung resiko si bawahan menbuat kesalahan.

4.      Perasaan takut si manajer bahwa dengan mendelegasikan wewenang, akan ternyata bahwa bawahan lebih mampu dari dia.

b. Rintangan organisatoris :

1.    Sulit membuat batas tentang tanggung jawab.

2.    Si manajer kadang-kadang kurang mengetahui sampai dimana perlu delegasi wewenang dilaksanakan.

BAB III

K E S I M P U L A N

Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan apabila dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripadanya kemampuan berfikir secara konsopsional strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin generalist, sedang semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.

Teori generis, teori sosial dan teori okologis adalah teori yang mengemukakan lahirnya/timbulnya seorang pemimpin, sedangkan tipe-tipe kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu tipe otokratis, militeristis, paternalistis, karismatis dan tipe demokratis.

Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan. Segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah karena diputuskan demikian, bukan karena secara kebetulan terjadi. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yang diambilnya meskipun sering ke putusan tersebut bersifat umum dan kwalitatif.

Dalam sebuah organisasi harus selalu terdapat pendelegasian wewenang. Hal ini disebabkan karena keterbatasan-keterbatasan dari manajer dalam melaksanakan tugasnya.

                                           DAFTAR PUSTAKA

Siagian, Sondang P, 1979. Peranan staf dalam management. Jakarta: Gunung Agung.

Stoner, James [and] A.F. Freeman, 1996. Manajemen. Jakarta: Prenhallindo.

KEKUASAAN, KOMUNIKASI DAN PEMBERDAYAAN DALAM ORGANISASI


Organisasi memiliki tujuan tertentu dan memiliki sifat untuk selalu dapat memenuhi tujuan tersebut.Usaha untuk melakukan hal ini adalah dengan melakukan kekuasan.

Riker berpendapat bahwa kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh. Selanjutnya Clegg memandang kekuasaan bukan tentang konsep maupun definisinya melainkan pada kenyataan mendasar mengenai apakah kekuasaan didistribusikan secara luas atau hanya milik kalangan tertentu saja,apakah kekuasaan disengaja atau tidak disengaja,apakah kekuasaan hanya berkisar pada masalah pengambilan keputusan atau bukan hanya pada hal pengambilan keputusan,apakah tidak mengambil keputusan adalah sebuah tindakan atau bukan,apakah kekuasaan kemampuan untuk bertindak atau pelaksanaan tindakan. Mintzberg melihat kekuasaan tidak pada hal-hal seperti diatas melainkan kepada siapa yang memperoleh kekuasaan,kapan kekuasaan diperoleh,bagaimana memperolehnya,mengapa orang  memperoleh kekuasaan. Boulding1989,mengemukakan gagasan bahwa kekuasaan itu,dlam arti luas,sampai tingkat mana dan bagaimana kita memperoleh yang kita inginkan.

Bila hal ini diterapkan pada lingkungan organisasi,ini adalah masalah penentuan di seputar bagaimana organisasi memperoleh apa yang diinginkannya dan bagaimana pada pemberi andil dalam organisasi memperoleh yang mereka inginkan.Dalam hal ini,kekuasaan dipandang sebagai kemampuan perorangan atau kelompok untuk mempengaruhi,memberi perintah,dan mengendalikan hasil-hasil organisasi.

Konsep Kekuasaan dan Organisasi

Gagasan tradisional tentang kekuasaan memfokuskan pada individu dan pelaksanaan kekuasaannya.French dan Raven mendasarkan kekuasaan A terhadap B pada lima jenis kekuasaan yaitu:

  1. Kekuasaan memberi ganjaran,(Reward Power),dapatkah A memberikan ganjaran yang dapat dirasakan oleh B.
  2. Kekuasaan yang memaksa,(Coersive Power),dapatkah A memberikan sesuatu hukuman yang dianggap hukuman oleh B.
  3. Kekuasaan yang sah,(Legitimate Power),Apakah B percaya bahwa A memiliki hak untuk mempengaruhi B dan B harus menerimanya,mungkin penerimaan terhadap struktur sosial atau nilai-nilai budaya.
  4. Kekuasaan referen,(Referent Power), Apakah B mengenal A, apakah B ingin seperti A, apakah B memiliki keinginan merasakan satu kesatuan dengan A.
  5. kekuasaan ahli,(Expert Power),Apakah B percaya bahwa A memiliki pengetahuan atau keahlian khusus yang berguna atau diperlukan untuk kebaikan atau untuk memenuhi harapan B.
Organisasi dan kekuasaan hendaknya memiliki interaksi yang sangat erat. Sama halnya dengan struktur organisasi,kekuasaan tidak dapat mempertahankan dirinya tanpa orang-orang yang mengesahkan dirinya melalui perilaku,sementara itu orang di dalam organisasi melakukan usaha untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan sebuah kekuasaan.

Jadi dapat dikatakan bahwa dalam dinamika organisasi,kekuasaan sangat diperlukan. Boulding menemukan ada 3 jenis kekuasaan dalam mempertahankan organisasi yaitu:

  1. Kekuasaan bersifat menghancurkan,menghasilkan,dan menyatukan.Kekuasaan destruktif adalah kekuasaan untuk potensi menghancurkan dan mengancam.
  2. Kekuasaan produktif atau menghasilkan bersifat ekonomik dan meliputi kekuasaan untuk menghasilkan dan menjual.
  3. Kekuasaan integrative berarti mendorong kesetiaan,menyatukan orang bersama dan mampu menggerakan orang ke arah tujuan bersama.Menurut Boulding kekuasaan integratif adalah bentuk kekuasaan yang paling dominan.

Komunikasi dipakai untuk maksud tertentu seperti memberi instruksi, membujuk atau memperoleh kekuasaan.

Komunikasi dipandang sebagai mekanisme kekuasaan,dalam konteks organisasi komunikasi digunakan untuk menentukan tujuan, norma dan perilaku organisasi. organisasi dapat dipandang sebagai suatu sarana kekuasaan. Manusia memiliki kekuasaan,melaksanakannya melalui komunikasi dan menciptakan tindakan yang terorganisir.

Komunikasi juga dipandang sebagai kekuasaan karena kemampuannya untuk menentukan hasil, pengetahuan, keyakinan, dan tindakan. Manusia bertindak berdasarkan informasi yang ada serta pilihan atau alternatif yang disediakan oleh informasi tersebut. Kekuasaan digunakan melalui alternatif yang disediakan dan cara alternatif tersebut diberikan. Sebagai contoh misalnya organisasi memberikan kesempatan anggotanya membuat keputusan tetapi tidak bebas samasekali melainkan memberikan pedoman atau kriteria yang harus dipenuhi dalam setiap pengambilan keputusan tersebut.

Kekuasaan,Komunikasi dan Pemberdayaan

Bagian penting pemberdayaan adalah pengenalan kondisi-kondisi yang membangkitkan perasaan tidak berdaya. Dalam organisasi, manusia merasa tidak berdaya bila mereka tidak memiliki akses kepada informasi yang mempengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan mereka.

Konsep pemberian kekuasaan atau pemberdayaan (empowerment) memiliki beberapa dimensi. Conger dan Kanungo menyatakan bahwa pemberdayaan dapat ditinjau dari arti relasional dan motivasional. Aspek relasional menegaskan kepada masalah pembagian kekuasaan antara manager dan bawahan.Ada usaha untuk melonggarkan hirarki dan menekankan pemecahan masalah bersama-sama. Aspek motivasional merujuk pada kebutuhan hakiki pada suatu keyakinan dan kemampuan pribadi. Melalui teknik ini, pegawai merasa memiliki kekuasaan. Jadi memberdayakan dalam arti motivasional di sini adalah mempercayai kemampuan setiap orang yang mencakup kebutuhan dan hak setiap orang untuk merasakan bahwa dirinya mampu berprestasi dan efektif.Untuk hal seperti ini ada risikonya yaitu kesalahan mungkin saja terjadi tetapi apabila mereka mampu mengatasi perasaan percaya atas kemampuan dirinya akan semakin kuat.

Diberdayakan dalam organisasi berarti mengetahui argumentasi yang diterima serta cara-cara yang diterima untuk menggunakanya. Dalam hal ini,berarti kita tidak dapat lepas dari praktek komunikasi dalam organisasi

Dalam organisasi manusia akan merasa tidak berdaya apabila mereka tidak memiliki akses terhadap informasi yang mempengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan mereka. Ambiguitas peranan,harapan terhadap peranan yang berlebihan serta konflik juga merupakan faktor konstektual yang dapat menciptakan ketidakberdayaan.

Oleh karena itu pemberdayaan adalah memberikan kesempatan pada pegawai yang memungkinkan pegawai menggunakan kemampuanya,disamping itu iklim komunikasi yang aman,terbuka dan masuk akal harus diciptakan.Kondisi yang memungkinkan manusia mengetahui peran mereka apakah pentingnya peranan tersebut bagi organisasi secara keseluruhan serta memungkinkan keterlibatan bersama terhadap hasil merupakan cerminan lingkungan yang melaksanakan pemberdayaan.

Dalam hal komunikasi dan pelaksanan kekuasaan kita tidak perlu melihat kekuasaan selalu dalam arti negatif. Kekuasaan itu positif dalam arti bahwa ia dapat menyebabkan tujuan tercapai dan masalah terselesaikan. Kanter memandang bahwa kekuasaan tidak sebagai dominasi hierarkhis melainkan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu organisasi harus mencerminkan penggunaan kekuasaan yang bijaksana.

Komunikasi dalam suatu organisasi harus mencerminkan penggunaan kekuasaan yang bijaksana.Mempertahankan kekuasaan mungkin bergantung pada pengetahuan kapan untuk menggunakan kekuasaan itu.Kekuasaan yang dilaksanakan secara bijaksana mungkin sama sekali tidak digunakan.Misalnya,seorang pimpinan mendelegasikan otoritas kepada bawahannya untuk melakukan suatu tugas,komunikasi harus mendukung,yaitu pimpinan setidaknya memberi memo,atau merinci tugas yang harus dikerjakan.

Komunikasi dengan menempatkan posisi manusia lebih rendah adalah suatu wujud pelaksanaan kekuasaan. Ini mengisyaratkan suatu hubungan yang memaksakan dominasi tanpa sepengetahuan orang yang melakukannya, dan mungkin tidak selalu disadari oleh orang tersebut.

Organisasi yang mendambakan inovasi, perubahan, dan andil maksimal dari pada anggotanya akan menjalankan komunikasi yang memberdayakan semua anggotanya. Kekuasaan dapat menjadi kekuatan positif bila dibagikan,dikembangkan pada orang lain,dan digunakan secara bijaksana,yakni memperbolehkan pendapat yang beraneka ragam,menumbuhkan kemampuan diri,saran-saran,dan menjamin kondisi yang memberi kesempatan untuk saling mempengaruhi.

DAFTAR PUSTAKA

Pace, R.Wayne, Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan (alih bahasa), Rosda, Bandung, 1998

Dale, M.. Developing Management Skill (Terjemahan). Jakarta: PT. Gramedia, 2003

Gitosudarmo, I., Chons, M.C. Sudita, I.N. (2000). Perilaku Keorganisasian. (1 st ed.). Yogyakarta : BPFE.Komunikasi,Organisasi

SKEPTIS WITH BASTRA


Bastra  yang ditargetkan akan dilaksanakan pada tanggal 13 maret 2013 ini terlihat semakin terjepit situasi, setelah sekian kali diundur dengan berbagai alasan kini kembali diguncang oleh pelaksanaan KONFERCAB, pasalnya agenda tahunan cabang itu dibuka pada tanggal 8 maret 2013, tentu sangat besar kemungkinan agenda ini tidak akan selesai hingga tanggal 13 maret 2013 yang telah kami agendakan untuk melakukan BasTra.

Aku berkomitmen untuk tidak ikut pusing dulu dengan konfercab agar agenda BasTra-kami dapat terlaksana dengan baik dan sesuai jadwal mengingat calon peserta yang sudah mencukupi kuota pelaksanaan.

Meskipun ketua BPL telah berjanji untuk menjamin keberlangsungan agenda yang kami rencanakan, aku tentu masih skeptis dengan hal tersebut, pasalnya 15 Maret 2013 PB juga mengagendakan KONGRES XXVIII. yang saya takutkan bila anggota BPL banyak yang ingin ikut "menyaksikan"nya sehingga timbul pertanyaan, Siapa yang akan mengelola training ini?

KONFERCAB yang menjadi agenda "utama" di lingkungan cabang tentu sedikit BANYAK nya akan berpengaruh terhadap pelaksanaan BasTra yang kami persiapkan, setidaknya satu pertanyaan yang jawabannya masih aku ragukan ialah tentang Kepengurusan Cabang yang belum akan terbentuk dalam waktu DEKAT (mungkin ada yang bisa menjawab).

Mungkin terlalu egois kiranya bila tetap memaksakan agenda ini, tapi yang aku ingat pasal 8 AD himpunan ini berfungsi sebagai organisasi Kader, tentu Fungsi adalah prioritas utama. namun begitu adakah yang akan mengoperasionalkan Himpunan agar berfungsi? yah, jawabnya adalah mereka yang sedang menyibukkan diri beradu STRATAK dalam forum konfercab. ketua mana? BPL siap? cabang gimana? apa lagi yang kurang dari Bastra ini? sepertinya tak ada yang mempedulikan agenda kecil yang sejatinya memegang fungsi dari himpunan ini. adakah cuma aku yang sedang memikirkannya? atau apa aku juga harus ikut-ikutan melupakan agenda ini sejenak seperti yang mereka lakukan? mudah-mudahan tidak dilupakan untuk waktu yang cukup lama.

mengundur agenda ini barang seminggu dua mungkin adalah salah satu opsi yang diberikan otakku, namun aku coba memposisikan diriku dipihak calon peserta. tentu (walaupun tidak semua) calon peserta akan berfikir bahwa Himpunan ini pembohong. Dimana administrasi yang katanya hebat itu?, dimana Manajemen yang katanya mantap itu? kenapa agendanya tidak sesuai dengan yang dijanjikan?, kenapa jadi tak bertanggung jawab begini? bukankah katanya bertujuan untuk membina insan yang bertanggung jawab?. belum lagi keluhan yang akan terlontar, padahal aku udah bayar Rp.10.000 loh!, kalau minggu depan ternyata aku ada agenda yang tak dapat ditinggalkan gimana?, wow,, benar-benar hancur lah ya....

akh,, besok sambung lagi,, nanti aku kelamaan diwarnet jadi tak sanggup bayar. padahal keluhan masih banyak aja nih...


Top