Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Perspektif dan Perkembangan E-Commerce



Istilah e-business berkaitan erat dengan e-commerce. Bagi sebagian kalangan, istilah e-commerce diartikan secara sempit sebagai transaksi jual beli produk, jasa dan informasi antar mitra bisnis lewat jaringan komputer, termasuk internet. Sedangkan e-business mengacu pada lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi. Meskipun demikian, istilah e-commerce sebenarnya dapat didefinisikan berdasar 5 perspektif (Phan, 1998; );
  1. on-linepurchasing perspective; 
  2. digital communications perspective; 
  3. service perspective; 
  4. business process perspective; dan 
  5. market-of-one perspective. 

Dengan demikian, pada hakikatnya dalam lingkup yang luas e-commerce bisa dikatakan ekuivalen atau sama dengan e-business. (Turban, et al, 2000) Perspektif Mengenai E-Commerce


PERSPEKTIF DEFINISI E-COMMERCE FOKUS


1. ) On-line Purchasing Perspective Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk dan informasi melalui internet Transaksi online

2. ) Digital Communication Perspective Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital produk, jasa dan pembayaran online Komunikasi secara elektronis

3. ) Service Perspective Sistem yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan kualitas produk dan informasi instan terkini, dan meningkatkan kecepatan penyampaian jasa. Efisiensi dan layanan pelanggan

4. ) Business Process Perspective Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan aliran kerja Otomatisasi proses bisnis

5. ) Market-of-one Perspective Sistem yang memungkinkan proses “Customization” produk dan jasa untuk diadaptasikan pada kebutuhan dan keinginan setiap setiap pelangga secara efisien Proses customization Sumber : diolah dari Phan (1998)

Makalah e-commerce : suatu cara berbelanja atau berdagang secara online



Definisi E-Commerce ( Electronic Commerce) : E-commerce merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan get and deliver commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan)  Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari.


Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E-commerce merupakan extensiondari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini. 

Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic.

Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya. Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information).

hal-hal yang penting dalam berkomunikasi secara verbal



Beberapa hal yang penting dalam berkomunikasi secara verbal menurut Ellis dan Nowlis (dalam Nurjannah, I.,2001):

Penggunaan bahasa


Berupa tingkat pendidikan klien, pengalaman, dan kemampuan berbahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan lainnya. Penggunaan bahasa juga perlu menggunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan sederhana.

Kecepatan


Komunikasi verbal dengan kecepatan sesuai akan memberikan kesempatan bagi pembicara untuk berpikir jernih tentang apa yang diucapkan dan juga dapat menjadikan seseorang pendengar yang efektif. Seseorang yang dalam keadaan yang cemas atau sibuk,biasanya akan berbicara dengan cepat dan akanlupa untuk berhenti bicara, sehingga pendengan kesulitan dalam memproses pesan dan menyusun respon yang akan diberikan.

Nada suara (voice tone)


Nada bicara dapat menunjukkan gaya dan ekspresi yang digunakan dalam bicara, selain itu juga dapat mempengaruhi arti kata. Pengaruh dari bicara dengan suara keras akan berbeda dengan suara yang lembut atau lemah. Suara yang keras akan menunjukkan seseorang yang berbicara sedang terburu-buru, tidak sabar, sindiran tajam atau marah.

sebelumnya: http://katarizon.blogspot.com/2014/04/kemampuan-komunikasi-verbal-perawat.html
selanjutnya: http://katarizon.blogspot.com/2014/04/syarat-efektifitas-komunikasi-verbal.html

Pentingnya kemampuan komunikasi verbal dalam profesi keperawatan



Komunikasi merupakan proses yang sangat berarti dan istimewa dalam hubungan antar-manusia. Dalam profesi keperawatan, komunikasi menjadi sangat penting dan bermakna karena menjadi metode utama dalam mengipmlementasikan proses keperawatan. Dalam hal ini perawat memerlukan kemampuan dan keterampilan khusus serta kepedulian sosial yang mencakup keterampilan intelektual,teknikal, dan interpersonal yang tercermindalam perilaku setiap individu dengan orang lain.

Perawat yang memiliki keterampilan berkomunikasi teraupetik tidak saja akan mudah membina hubungan saling percaya dengan klien, tetapi juga mencegah terjadinya masalah legal etik, selainitu dapat memberikan kepuasan professional dalam pelayanan keperawatan dan  meningkatkan citra profesi keperawatan serta citra rumah skit dalam pelyanan.

Ilmu komunikasi dan keahlian komunikasi sangat penting dimilikidan diterapkan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan maupun pelayanan kesehatan lainnya. Manusia tidak dapat hidup jika tidak berkomunikasi dengan manusia lain, terutama lingkungan sekitarnya. Orang yang tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain, mereka akan merasa terasing dari dunia sekitar nya, begitupun komunikasi yang tewrjadi dilingkungan rumah sakit, yaitu komunikasi antara dokter, perawat, bidan, analis, radiolog, klien, keluarga klien, dan lain lain. Komunikasi tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas manusia dalam kehidupan sehari hari. Komunikasi bisa memaknai semua aktivitas yang dilakukan oleh individu, kelompok atau masyarakat.

Komunikasi verbal Merupakan jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam pelayanan keperawatan di sarana pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit,balai pengobatan ataupun puskesmas. Kemunikasi verbal adalah pertukaran informasi secara verbal terutama berbicara secara tatap muka (face to face).

Komunikasi verballebih akurat dan tepat waktu. Kata atau kalimat digunakan sebagai alat atau simbol untuk mengekspresikan idea tau perasaan, membangkitkan respons emosional dan memori, mengartikan objek, serta melakukan observasi. Selain itu, ucapanatau kalimat juga dioakai untuk menyampaikan arti yang tersembunyi sebagai sarana untuk menguji minat seseorang.

Keuntungan komunikasi verbal dengan tatap muka adalah memungkinkan tiap individu untuk berinteraksi secara langsung, dapat dilakukan secara cepat, terhindar dari kesalahpahaman, dan informasi yang disampaikan jelas. Sedangkan kekurangannya adalah terkadang komunikasi dilakukan satu arah dari atasan ke bawahan (terdominasi), seperti pada rapat rutin kelompok yang dipimpin oleh ketua kelompok atau kepala ruangan rawat inap, kolaborasi antara perawat atau bidan dengan dokter, konsultasi atau pelaporan keadaan pasienmelalui telepon dan lain sebagainya.

Syarat efektifitas komunikasi verbal

Jelas dan ringkas

Perbendaharaan kata Istilah teknis yang digunakan dalam keperawatan,kebidanan, dan kedokteran jika digunakan untuk berkomunikasi dengan klien akan mengakibatkan klien menjadi bingung dan tidak mampu mngikuti petunjuk informasi yang diberikan. Oleh karena itu sampaikanlah informasi dengan bahasa yang dimengerti oleh klien.

Jeda dan kesempatan bicara

Perawat sebaiknya tidak berbicara dengancepat sehingga informasi yang disampaikan menjadi jelas, tapi juga tidak berbicara dengan jeda terlalu lama karena akan menimbulkan kesan perawat menyembunyikan sesuatu dari klien.

Arti denotatif dan konotatif

Denotatif adalah kata yang memiliki pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan konotatif merupaka pikiran, perasaan, atau ide yang terdapat dalam satu kata. Misalnya kata serius bagi pasien akan berarti mendekati kematian tapi tidak dengan perawat. Perawat akan menggunakan kata kristis untuk menjelaskan hal tersebut.

Waktu dan relevansi

Perawat atau bidan dan juga dokter harus peka terhadap ketepatanwaktu untuknerkomunikasi. Walaupun pesan disampaikan dengan jelas dan singkat, tapi tidak disampaikan pada waktu yang tepat (misalnya saat klien sedih, menangis, atau kesakitan) dapat menghalangi penerimaan pesan secara tepat.

Humor

Sullivan dan Deane (dalam Purba, Jenni M., melalui situs http://malstin2007.blogspot.com/2008/04/komunikasi-dalam-keperawatan.html.) melaporkan bahwa humor dapat merangsang produksi hormone katekolamin dan hormone lain yang menimbulkan perasaan sehat, meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit, mangurangi ansietas, memfasilitasi relaksasi pernapasan, dan juga menutupi kemampuan untuk berkomunikasi dengan klien.

Analisa ilmiah Clixsense, Program PTC penghasil uang dari internet.



Hasilkan uang dari internet?? kedengarannya terlalu naif. yah saya beranggapan demikian. banyak para pengguna internet memilih mengabaikan program-program seperti ini, termasuk saya, bagi mereka apa yang ditawarkan sungguhlah tidak masuk akal, meskipun mereka belum mencoba. kadang harus kita sepakati bahwa menilai tanpa mengalaminya adalah buta. yah seperti itulah.

ada banyak program yang menjanjikan uang dari internet, salah satunya program Pay to click (PtC), kalau kita browsing di google akan banya program ini keluar, tapi saya tidak akan membahas semua hasil penelusuran google terkait program PtC ini, kita hanya akan membahas salah satunya saja, namanya adalah clicsense, dari sekian banyak program PtC, ini program yang paling banyak dibicarakan, sepertinya program ini yang paling favorit di kalangan para netter yang naif-naif itu, katanya proggram ini terbukti membayar, membayar paling mahal, paling banyak iklannya, tersedia link refferalnya untuk mengajak, ada level premiumnya lah, ada game nya juga lah, ini lah, itulah, dan sebagainya.

saya ingin mengamati dari dekat, akhirnya saya mendaftar di program tersebut, kemudian saya menemukan hal berikut :

ini benar-benar program mengumpulkan recehan, kita hanya dibayar setidaknya $ 0,1 per klik, dan satu harinya kita cuma bisa ngeklik iklan lebih kurang 30 iklan. kalau saya berfikir bagaimana mungkin saya bisa memiliki penghasilan dari bayaran yang hanya sekecil itu, ditambah lagi uang ini baru bisa kita ambil bila telah mencapai nominal 20 $, sungguh naif benar.

Menariknya program ini menawarkan sistem refferal, yang kalau saya menilai mirip MLM gitu, kita bisa membagikan link untuk mendaftar seperti yang saya sertakan dibawah ini, kemudian kita akan mendapatkan komisi 10% dari jumlah penghasilan refferal/downline kita tanpa mengurangi penghasilan mereka.

bagaimana menurut anda?, kalau anda penasaran ingin mencoba sendiri silahkan daftar di sini atau http://adf.ly/5022170/uang, setelah itu silahkan komen dibawah tentang pengalaman anda, bagikan ilmu itu dalam rangka mencerdaskan bangsa. saya tidak mau membuat kesimpulan bersama, tapi dari saya sendiri saya menganggap bahwa program ini membodohkan, dan memiskinkan. ini adalah program yang buruk untuk diikuti. logikanya kita harus membandingkan berapa waktu yang terbuang dan uang/paket-data yang digunakan hanya untuk mengumpulkan recehan ini.





Silahkan coba salah satu link berikut untuk mendaftardan mengetahui sendiri tentang program ini : 
http://adf.ly/5022170/uang
http://adf.ly/kCiO2
http://adf.ly/kCh7Z

PERAN KOMUNIKASI DALAM PROSES PENGAWASAN

Mengembangkan Komunikasi Pengawasan yang Efektif                                              

Pengawas dituntut memiliki kompetensi sosial, khususnya dalam menjalin mitra dengan para stakeholder lainnya. Hal ini karena dalam bekerja pengawas bertemu banyak orang dengan berbagai latar belakang, kondisi, kepentingan serta persoalan yang dihadapi. Mereka juga harus mampu bermitra baik dengan individu maupun kelompok, selain itu pengawas juga berperan untuk mengembangkan jaringan kemitraan dengan berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu, dan mengembangkan tim kerjasama yang kokoh. Oleh sebab itu pengawas dituntut agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan semua pihak terutama pihak yang diawasi . Kedudukan dan Fungsi Komunikasi Organisasi tidak akan efektif apabila interaksi diantara orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi tidak pernah ada komunikasi. Komunikasi menjadi sangat penting karena merupakan aktivitas tempat pimpinan mencurahkan waktunya untuk menginformasikan sesuatu dengan cara tertentu kepada seseorang atau kelompok orang. Dengan Komunikasi, maka fungsi manajerial yang berawal dari fungsi perencanaan, implementasi dan pengawasan dapat dicapai


Pengawas harus mampu membangun komunikasi efektif. Membangun Komunikasi Efektif Komunikasi efektif bagi pimpinan merupakan keterampilan penting karena perencanaan, pengorganisasian, dan fungsi pengendalian dapat berjalan hanya melalui aktivitas komunikasi. Dalam beberapa situasi di dalam organisasi, kadangkala muncul sebuah pernyataan di antara anggota organisasi, apa yang kita dapat adalah kegagalan komunikasi. Pernyataan tersebut mempunyai arti bagi masing-masing anggota organisasi, dan menjelaskan bahwa yang menjadi masalah dasar adalah komunikasi, karena kemacetan atau kegagalan komunikasi dapat terjadi antar pribadi, antar pribadi dalam kelompok, atau antar kelompok dalam organisasi. Komunikasi bagi pimpinan merupakan aspek pekerjaan yang penting sebagai bagian dari fungsi organisasi. Masalah bisa berkembang serius manakala pengarahan menjadi salah dimengerti; gurauan yang membangun dalam kelompok kerja malah menyulut kemarahan; atau pembicaraan informal oleh pimpinan terjadi distorsi (penyimpangan). Dengan kata lain bahwa masalah komunikasi dalam organisasi adalah apakah anggota organisasi dapat berkomunikasi dengan baik atau tidak? Komunikasi merupakan keterampilan dasar seorang pengawas, dan merupakan elemen penting dalam pelayanan, karena menyangkut kompetensi pengawas sebagai orang yang melayani kepentingan dan kebutuhan, utamanya, Keterampilan dasar berkomunikasi bagi seorang pengawas adalah:

a.       Mampu saling memahami kelebihan dan kekurangan individu

b.      Mampu mengkomunikasikan pikiran dan perasaan

c.       Mampu saling menerima, menolong, dan mendukung

d.      Mampu mengatasi konflik yang terjadi dalam komunikasi

e.       Saling menghargai dan menghormati

Mengembangkan keterampilan berkomunikasi bagi pengawas dapat dilakukan dengan memperhatikan:

1.      Manfaat dan pentingnya komunikasi

2.      Penguasaan perilaku individu

3.      Komponen-komponen komunikasi, Praktek keterampilan berkomunikasi

4.      Latihan yang terus-menerus

5.      Partner berlatih

Untuk meningkatkan kemampuan adaptif berkomunikasi Seorang pengawas perlu membangun jaringan komunikasi yang sehat, baik dengan Analisis jaringan komunikasi dapat dilakukan untuk mengetahui: Peranan individu (karyawan) dalam penyaluran informasi organisasi, yang sekaligus juga menunjukkan pola interaksi antara individu tersebut dengan individu lain, Bentuk hubungan atau koneksi orang-orang dalam organisasi dan kelompok tertentu (klik) Keterbukaan/ketertutupan individu atau kelompok.

Peranan seorang pengawas dalam suatu jaringan komunikasi menurut pendapat (Thoha, 1990,167) adalah :

1.      Opinion leader, individu yang diakui menguasai informasi (kuantitas dan kualitas) dan dengan informasi tersebut mampu mempengaruhi perilaku dan keputusan-keputusan yang diambil oleh individu, kelompok, atau organisasi. Opinion leader tidak selalu memiliki otoritas formal, bahkan pada umumnya merupakan pimpinan informal.

2.      Gate keepers, individu yang mengontrol arus informasi di antara anggota organisasi. Individu yang menentukan apakah suatu informasi itu penting atau tidak untuk diteruskan/diberikan kepada pimpinan atau pegawai organisasi.

3.      Cosmopolites, individu yang menghubungkan organisasi dengan lingkungannya. Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber di lingkungan dan menyampaikan informasi organisasi kepada lingkungan.

4.      Bridge, anggota kelompok atau klik dalam suatu organisasi yang menghubungkan kelompok itu dengan kelompok lain.

5.      Liaison, individu penghubung antar kelompok, dan bukan sebagai anggota salah satu kelompok tersebut.

6.      Isolate, anggota organisasi yang mempunyai kontak minimal dengan orang lain dalam organisasi.

Posisi atau peranan pengawas dalam jaringan arus informasi akan mempengaruhi, antara lain:

a.       Tingkat kekuasaan (power), hubungan sosial, atau pengaruh individual dalam organisasi.

b.      Partisipasi dalam pelaksanaan tugas (intensitas dan kuantitas kegiatan organisasi, yang dapat berimbas pada peningkatan keterampilan/keahlian).

c.       Kepuasan terhadap arus informasi.

d.      Konsep diri. Keterampilan dan sikap dalam berkomunikasi akan sangat menentukan bagaimana pengembangan kualitas.

Terutama dalam membentuk jaringan kemitraan dengan share/stake holder. Jaringan kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan yang dilayani oleh anggota tim kerjasama yang saling melayani, sudah pasti akan memperlancar pengembangan kualitas. Pengawas yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan memadai dapat menyelesaikan berbagai masalah di lapangan

DAFTAR PUSTAKA

http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=102

http://pyia.wordpress.com/2010/01/03/tugas-teori-organisasi-umum/

Stoner, James A.F., 1996, Manajemen, Erlangga, Jakarta


KOMUNIKASI DAN MANAJEMEN

Komunikasi dalam Manajemen

Komunikasi ada di mana-mana, di rumah, dikampus, di Mesjid, di Kantor dan sebagainya. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan kita. Sebuah penelitian (Applboum, 1974 : 63) menyebutkan bahwa tiga perempat (70%) waktu bangun kita digunakan untuk berkomunikasi – membaca, menulis dan mendengar an (We spend an estimated three-fourths of our waking hours in some form of communications-reading, writing, speaking and listening) Komunikasi menentukan kualitas hidup kita. Komunikasi memiliki hubungan yang erat sekali dengan kepemimpinan, bahkan dapat dikatakan bahwa tiada kepemimpinan tanpa komunikasi.



Apalagi syarat seorang pemimpin selain ia harus berilmu, berwawasan kedepan, ikhlas, tekun, berani, jujur, sehat jasmani dan rohani, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, sehingga Rogers (1969:180) mengatakan “Leadership is Communication. Kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin (leader) memiliki pengikut (flower) guna meralisir gagasannya dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain.

Inilah hakekatnya dari suatu manajemen dalam organisasi. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasisan, pengarahan dan pengawasan dengan memberdayakan anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Handoko, 2003: 8). Menajemen sering juga didefinisikan sebagai seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Para manejer mencapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan tugas apa saja yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (Stoner, 1996 : 7)

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-sia dan pencapaian tujuan akan lebih sulit. Paling kurang ada tiga alasan utama mengapa manajemen itu dibutuhkan.

Pertama : Untuk mencapai tujuan. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi dan pribadi;

kedua : Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan kegiatan-kegiatan dari pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti pemilik dan karyawan, maupun kreditur, pelanggan, konsumen, supplier, serikat kerja, assosiasi perdagangan, masyarakat dan pemerintah.

Ketiga : Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara yang umum adalah efisiensi dan efektivitas.

Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi adalah : Komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka. Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka. Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompo dapat tercapai. Jadi seorang manejer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan untuk kegiatan komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti Telephone, Hand Phone dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan komunikasi tertulis seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.

Model Komunikasi dalam Organisasi

Model komunikasi yang paling sederhana adalah adanya pengirim, berita (pesan) dan penerima seperti gambar berikut ini : Model ini menunjukkan 3 unsur esensi komunikasi. Bila salah satu unsur hilang, komunikasi tidak dapat berlangsung. Sebagai contoh seorang dapat mengirimkan pesan, tetapi bila tidak ada yang menerima atau yang mendengar, komunikasi tidak akan terjadi. Model komunikasi yang terperinci, dengan unsur-unsur penting dalam suatu organisasi yaitu :

1.      Sumber mempunyai gagasan, pemikiran atau kesan yang

2.      Diterjemahkan atau disandikan ke dalam kata-kata dan symbol-simbol, kemudian

3.      Disampaikan atau dikirimkan sebagai pesan kepada penerima

4.      Penerima menangkap symbol-simbol

5.      Diterjemahkan kembali atau diartikan kembali menjadi suatu gagasan dan

6.      mengirimkan berbagai bentuk umpan balik kepada pengirim.

Sumber (source) atau pengirim mengendalikan berbagai pesan yang dikirim, susunan yang digunakan, dan saluran mana yang akan digunakan untuk mengirim pesan tersebut. Mengubah pesan ke dalam berbagai bentuk simbol-simbol verbal atau nonverbal yang mampu memindahkan pengertian, seperti kata-kata percakapan atau tulisan, angka, berakan dsb.

Langkah ketiga sumber mengirimkan pesan melalui berbagai saluran komunikasi lisan. Manfaat komunikasi lisan, antar pribadi adalah kesempatan untuk berinteraksi antara sumber dan penerima, memungkinkan komunikasi nonverbal (gerakan tubuh, intonasi suara, dll) disampaikannya pesan secara tepat, dan memungkinkan umpan bali diproleh.

Sedangkan komunikasi terulis dapat disampaikan melalui media seperti :memo, surat, laporan, catatan, bulletin, surat kabar dsb. Komunikasi tulisan mempunyai kelebihan dalam penyediaan laporan atau dokumen untuk kepenting masa mendatang.

Langkah keempat adalah penerimaan pesan oleh pihak penerima. Pada umumnya penerima menerima pesan melalu panca indera mereka.. banyak pesan penting yang tidak diterima oleh seseorang karena mereka tidak menerima pesan karena kesalahan dalam mememilih media yang tepat.

Langkah kelima adalah decoding. Hal ini menyangkut memahami symbol-simbol yang dipergunakan oleh pengirim (sumber). Ini amat dipengaruhi oleh latar belakang, kebudayaan, pendidikan, lingkungan, praduga dan gangguan disekitarnya. Dalam komunikasi dua arah antara pimpinan dan stafnya (atasan dan bawahan) kemampuan pimpinan dalam berkomunikasi menjadi factor penentu berhasil tidaknya orang lain memahami ide, gagasan yang ia sampaikan.

Langkah terakhir adalah umpan balik. Setelah pesan diterima dan diterjemahkan, penerima memberikan respon, jadi komunikasi adalah proses yang berkesinambungan dan tak pernah berakhir. Inilah yang disebut bahwa komunikasi yang efektif.

Top